Risma: Sudahlah, saya enggak mau ngomong, saya dilarang ngomong

Dikabarkan akan mundur sebagai wali kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini mengaku dilarang berkomentar.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Risma: Sudahlah, saya enggak mau ngomong, saya dilarang ngomong
Tri Rismaharini di KPK. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Dikabarkan akan mundur sebagai wali kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini mengaku dilarang berkomentar. Dilarang? Siapa yang melarang?Dan seperti biasa, Risma selalu menolak berkomentar tentang berbagai masalah. Termasuk mengomentari soal pengunduran dirinya sebagai wali kota seperti yang santer belakangan ini. Bahkan dia dikenal sebagai wali kota yang 'pelit' bicara. Kecuali dia sendiri yang ingin berbicara di depan media massa, atau sebagai pembicara dalam acara tertentu."Sudahlah, saya tidak mau ngomong soal itu (isu mundur dari jabatan). Saya ini enggak ngerti soal politik. Tugas saya hanya mengurusi rakyat. Sekali lagi saya enggak ada tekanan dan enggak ngerti soal politik," cetus Risma, Selasa (18/2).Meski dicecar pertanyaan-pertanyaan terkait isu mundurnya dia sebagai wali kota, Risma bergeming. Dia tetap menolak berkomentar. "Sudahlah, saya enggak mau ngomong, saya dilarang ngomong," elak dia.Siapa yang melarang? "Enggak, enggak. Saya enggak mau ngomong. Sudahlah, saya dilarang berkomentar banyak," elaknya lagi.Seperti diberitakan, sejak dilantiknya Whisnu Sakti Buana sebagai wakil wali kota menggantikan Bambang DH yang mundur karena maju sebagai calon gubernur pada Pilgub Jawa Timur 2013 lalu, mantan Kepala Dinas Pertamanan Kota Surabaya itu, diisukan mundur dari jabatan karena tidak sepaham dengan Ketua DPC PDIP Kota Surabaya tersebut.Sampai hari ini, kabar itu masih santer dibicarakan. Bahkan, muncul spanduk dukungan bertuliskan: Save Risma di beberapa titik di Kota Surabaya. Tak hanya itu, dukungan dari warga asal Maluku yang tinggal di Surabaya-pun, ikut mendukung agar Risma tetap memimpin Kota Pahlawan.Namun sayang, seperti biasa, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini, enggan berkomentar soal isu tersebut.

Rekomendasi