Soal klaim Pempek, mahasiswa nilai Alex Noerdin plin-plan

"Saya tahunya Pak Alex itu orangnya konsisten. Itu uniknya beliau, tapi saya heran mengapa malah berubah-ubah."

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Soal klaim Pempek, mahasiswa nilai Alex Noerdin plin-plan
Alex Noerdin. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Pernyataan Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang mengakui Pempek berasal  dari Jambi, mendapat banyak kecaman dari masyarakat Sumatera Selatan, termasuk dari kalangan mahasiswa. Mereka menilai, seharusnya Alex tetap memperjuangkan kepemilikan makanan yang menurutnya khas Sumsel tersebut.Muhamad Ahyar, mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang mengungkapkan, pernyataan orang nomor satu di Sumsel itu menunjukkan inkonsistensi. Padahal, sebelumnya dia mendukung penuh sikap Alex yang ngotot bahkan berang terhadap klaim dari Provinsi Jambi tersebut."Sebagai orang kampus, saya sangat kecewa Pak Alex malah mengakui Pempek dari Jambi. Pengakuan itu saya nilai blunder," ujarnya kepada merdeka.com, Kamis (2/1).Aktivis dari salah satu organisasi kemahasiswaan ini juga tidak menyangka sikap Alex Noerdin yang plin plan terhadap pernyataannya. "Saya tahunya Pak Alex itu orangnya konsisten. Itu uniknya beliau, tapi saya heran mengapa malah berubah-ubah," katanya.Hal senada diungkapkan Wandi Susmita, calon bidan yang kuliah di salah satu akademi kebidanan di Palembang. Menurut dia, jika sudah diakui berasal dari Jambi, upaya Pemprov Sumsel untuk mendapatkan hak paten sulit terwujud. Sebab, hak paten itu didapatkan berdasarkan historis barang yang dipatenkan."Bagaimana mau dipatenkan, toh asalnya saja bukan dari Sumsel. Kalau begini, tidak salah jika orang menilai bahwa Sumsel lah yang mengklaim, bukan Jambi," ujarnya.Dalam kondisi ini, kata dia, Alex Noerdin seharusnya berupaya keras meminta hak kepemilikan terhadap Pempek yang terkenal di nusantara ini. "Ini baru soal Pempek, bagaimana dengan masalah lain. Bagaimana warganya mau mendukung kalau pemimpinnya sudah menyerah duluan," tukasnya.

Rekomendasi