Warga Bali terluka kena petasan saat malam pergantian tahun

Akibat kena petasan, seorang warga kehilangan jari telunjuk kirinya.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Warga Bali terluka kena petasan saat malam pergantian tahun
petasan dan kembang api. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Hampir seluruh masyarakat di dunia menyambut malam pergantian tahun baru dengan gembira, tak terkecuali Indonesia. Berbagai jenis kembang api, petasan hingga pawai keliling kota dilakukan warga demi menikmati malam terakhir tahun 2013 sebelum berganti menjadi 2014.Namun, keriangan itu berubah menjadi jeritan dan tangisan, sebab 15 warga Bali terluka karena terkena petasan saat tengah merayakan malam pergantian tahun. Salah satu di antaranya harus merelakan jari telunjuk kirinya putus."Dari tadi malam sampai saat ini, sudah ada 15 pasien korban petasan, termasuk seorang pria berusia 40 tahun yang jari telunjuk kirinya putus," kata Kepala Instalasi Rawat Darurat RSUP Sanglah, Denpasar, dr Krisna Wibawa, Rabu (1/1), seperti dilansir dari Antara.Lima dari 15 korban petasan malam itu, harus menjalani perawatan intensif karena mengalami luka yang cukup serius. Sedangkan sisanya diizinkan pulang.Sebelum kejadian itu berlangsung, Polda Bali dan pejabat setempat sudah mengimbau warga agar tidak menggunakan petasan saat merayakan malam pergantian tahun. Sementara, penggunaan kembang api hanya dilakukan di tempat-tempat tertentu, seperti hotel dan tempat-tempat konsentrasi massa.Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan warga. Mereka tetap menyalakan petasan sejak Selasa (31/12) malam sampai Rabu (1/1) sore, dengan suara yang saling bersahut-sahutan. Polisi pun beberapa kali menggelar razia agar warga menghentikan aktivitasnya tersebut.Selama malam pergantian tahun, RSUP Sanglah telah menangani 31 pasien sejak Selasa (31/12) pukul 19.00 Wita hingga Rabu pukul 08.00 Wita. 25 di antaranya harus menjalani pembedahan, sedangkan enam lainnya hanya menjalani perawatan medis.Para pasien yang dirawat tersebut antara lain, tujuh terlibat kasus kecelakaan lalu lintas, empat orang mabuk minuman keras, dua korban penusukkan dan tiga pasien ibu hamil."Secara keseluruhan korban kecelakaan lalu lintas didominasi para pengguna sepeda motor, namun tidak ada yang harus menjalani operasi berat," pungkas Krisna.

Rekomendasi