Curah hujan tinggi berpotensi sebabkan banjir lahar Merapi

Namun demikian, kata Subandrio, banjir lahar hujan tersebut tidak berpotensi merusak.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Curah hujan tinggi berpotensi sebabkan banjir lahar Merapi
banjir lahar dingin Merapi. parwito.©2013 Merdeka.com

Curah hujan yang meningkat di Yogyakarta, khususnya di sekitar kawasan lereng merapi berpotensi memicu banjir lahar hujan di lereng Merapi. Namun demikian, banjir lahar hujan tersebut tidak berpotensi merusak karena material sisa letusan gunung merapi sudah semakin halus.Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY Subandrio, saat menggelar konferensi pers terkait dengan potensi bencana yang terjadi pada musim hujan di Yogyakarta, Rabu (18/12).Subandrio mengatakan, dengan curah hujan kian meningkat ini tidak perlu dikhawatirkan karena masih tergolong dalam kondisi normal. "Curah hujan sampai 100 mm baru menimbulkan aliran lahar, tapi itu pun tergolong normal," kata Subandrio.Menurut dia, material halus sisa erupsi Gunung Merapi pada 2006 lalu tidak berbahaya seperti banjir lahar yang terjadi paska Merapi meletus yang membawa batuan besar dari lereng gunung.Meski demikian, dia mengingatkan sifat Merapi yang tidak bisa diprediksi. Berdasarkan catatan sejarah, erupsi Gunung Merapi terjadi dalam jangka waktu 1 tahun sampai 18 tahun. Jangka waktu terdekat terjadi pada 1996 dan 1998."Kalau siklusnya itu tidak bisa ditentukan, paling dekat itu jaraknya pada tahun 96 dan 98, dalam dua tahun sudah meletus lagi. Kalau letusan yang kemarin sempat mengeluarkan hujan abu hanya letupan freatik, hal yang biasa terjadi," terang Subandrio.Oleh sebab itu BPPTKG mengimbau pada masyarakat di lereng Merapi, khususnya yang tinggal di kawasan rawan bencana agar tetap waspada dengan tingkah Merapi yang sulit diprediksi."Tetap waspada, namun jangan panik kalau hujan deras, teman-teman relawan terus memantau," pungkasnya.

Rekomendasi