Puluhan miliar rupiah dalam bentuk dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten tahun anggaran 2012 mengalir ke Dinasti Ratu Atut Chosiyah. Namun, dana tersebut tak menyentuh balita di Banten bernama Saehul Umam, anak berusia 2 tahun ini tak berdaya akibat menderita gizi buruk.Tubuh dan kaki Saehul Umam kurus dengan kepala membesar serta perut membuncit sejak dari lahir. Orangtua Saehul Umam, Samaun dan Umayah pasrah melihat kondisi anaknya tersebut karena tak memiliki biaya untuk berobat. Warga Ci Wedus, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten ini hanya menjalani perawatan seadanya dan tidak mendapat bantuan dari pemerintah setempat."Dia belum bisa jalan, cuma bisa duduk dan berbaring saja. Kalau makan masih mau," kata Umayah di Banten, Rabu (23/10).Sedangkan suami Umayah, bapak Saehul Umam, sehari-harinya hanya bekerja sebagai penjahit keliling yang berpenghasilan Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu per hari. Uang tersebut hanya mampu membeli dua kilo beras saja, tetapi tidak cukup untuk membiayai penyakit anaknya."Paling hanya dapat Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu. Hanya cukup untuk beli beras dua liter saja sudah habis, enggak bisa buat berobat," ungkap Umayah.Sebelumnya, dari data yang dihimpun merdeka.com, anak sulung Atut, Andika Hazrumi, berperanan di tiga organisasi, yakni di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Banten, dan Karang Taruna Provinsi Banten. Dana hibah yang diterima organisasi dengan sasaran pemuda karya ini seluruhnya Rp 10 miliar.Istri Andika, Adde Rosi Khoirunnisa, mengetuai tiga organisasi, yakni Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Provinsi Banten, Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten, dan P2TP2A Provinsi Banten dengan total kucuran dana hibah Rp 5,6 miliar.Adik Kandung Ratu Atut Chosiyah, Tatu Chasanah mengetuai tiga organisasi kemasyarakatan, yaitu Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten, Forum Kader Posyandu Provinsi Banten, dan Gerakan Nasional kesejahteraan Sosial (GNKS) Provinsi Banten. Total dana hibah yang diterima tiga organisasi itu tidak kurang dari Rp 7,5 miliar.Suami Atut, Hikmat Tomet, menerima kucuran Rp 750 juta untuk menggerakkan ekonomi kreatif melalui wadah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten.Dana hibah dari APBD Provinsi Banten juga diberikan kepada yayasan dan organisasi profesi yang ada hubungan keluarga dengan Ratu Atut. Majelis Taklim Al-Chosiyah dan Yayasan Darussolichan mendapatkan kucuran hibah sebesar Rp 6,6 miliar. Sedangkan Yayasan Amal Sejahtera menerima dana hibah Rp 900 juta.Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten yang di ketuai oleh Adik kandung Ratu Atut, Tubagus Chaeri Wardana menerima hibah hingga Rp 9 miliar.
Dinasti Atut dapat puluhan miliar, gizi balita di Banten buruk
"Cuma dapat Rp 20 ribu per hari. Beli beras 2 liter sudah habis, enggak bisa berobat," ujar Umayah.
Advertisement
Rekomendasi