Kompolnas duga ada balas dendam polisi dalam penangkapan Vanny

"Jadi Vanny kasusnya whistle blower, Vanny tidak terkait dengan peredaran narkoba di Lapas Cipinang," kata Nasser.

Laurel Benny Saron Silalahi
Kompolnas duga ada balas dendam polisi dalam penangkapan Vanny
Vanny Rossyane. ©twitter

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mencium aroma tak sedap dalam penangkapan Vanny Rossyane. Model seksi itu ditangkap karena kasus narkoba. Vanny tidak bisa mengelak karena ditemukan sabu dan alat isap (bong).Vanny adalah orang yang membongkar permainan kotor di Lapas Narkotika Cipinang. Model majalah pria dewasa itu mengaku kerap kali nyabu dan berhubungan intim dengan gembong narkoba Freddy Budiman."Bisa jadi kemungkinan polisi balas dendam karena Vanny membongkar peredaran narkoba di lapas," ujar Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) M Nasser di Direktorat IV Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta, Senin (23/9).Menurut Nasser, Vanny tidak terkait dengan sindikat pengedar narkoba di dalam penjara Cipinang. "Jadi Vanny kasusnya whistle blower, Vanny tidak terkait dengan peredaran narkoba di Lapas Cipinang," katanya.Untuk permohonan rehabilitasi, menurut Nasser, hal itu bisa dilakukan setelah ada keterangan dari dokter, psikolog dan penyidik. Kemudian, itu akan dipelajari penyidik pada proses penyidikan."Walaupun nanti ada pengajuan dari keluarga rehabilitasi terhadap Vanny, hakim yang putuskan. Karena Vanny sebelumnya belum laporkan diri, dia tertangkap tangan. Dikirim ke tahanan atau direhab nanti hakim," tuturnya.Sementara itu Direktur IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri Brigjen Arman Depari mengatakan, pihaknya sampai detik ini belum menerima permohonan rehabilitasi terhadap Vanny. "Kita belum terima dari keluarga Vanny," katanya.Laporan: Fitri Wulandari

Rekomendasi