Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla menyatakan keprihatinan terhadap kasus yang menimpa Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah.Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato studium generale di acara Dies Natalies Unsoed ke-50 di Gedung Grha Widyatama Unsoed Purwokerto."Saya prihatin Rektor Unsoed tidak hadir di sini karena sedang menyelesaikan masalahnya," ujarnya di hadapan civitas akademika Unsoed, Senin (23/9).Menurut dia, seorang ksatria harus bertanggung jawab baik salah maupun benar. Rektor Unsoed Edy Yuwono saat ini ditahan di LP Purwokerto karena diduga terlibat dalam kasus korupsi dana kerja sama Unsoed dengan PT Antam di lahan bekas pasir besi yang berada di Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Purworejo.Dalam kasus tersebut, ia bersama PR IV Unsoed Budi Rustomo dengan Kepala UPT Penerbitan dan Percetakan Unsoed, Winarto Hadi diduga menyalahgunakan dana sebesar Rp 2,1 miliar dari total nilai kerja sama sebesar Rp 5,8 miliar.Dalam pidatonya, Jusuf Kalla juga menyampaikan perlunya universitas untuk selalu menatap masa depannya.Ia mengungkapkan, pandangan itulah yang membedakan museum dengan universitas. Ia melanjutkan, perbedaan museum dengan universitas adalah, jika museum selalu melihat ke belakang dan universitas harus selalu melihat ke depan."Kalau universitas hanya membanggakan masa lalunya, berarti sama dengan museum. Tetapi jika universitas selalu melihat ke depan, ia akan mendapat dampak yang baik ke depannya," papar Jusuf Kalla .
JK prihatin kasus yang membelit rektor Unsoed
Menurut dia, seorang ksatria harus bertanggung jawab baik salah maupun benar.
Rekomendasi