Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta. Dalam Rakernas yang berlangsung pada 13 hingga 15 September, MUI menghasilkan beberapa rekomendasi yang fokus kepada enam lembaga.Keenam lembaga itu terdiri dari sosial keagamaan, hukum dan perundang-undangan, politik, ekonomi, pertahanan dan keamanan nasional, serta lembaga luar negeri. Khusus untuk lembaga sosial keagamaan, MUI secara fokus mencermati penyelenggaraan Miss World 2013 yang diadakan di Indonesia."MUI secara tegas menolak dan menyesalkan tetap terselenggaranya Miss World di Indonesia," kata Ketua MUI Ma'ruf Amin dalam jumpa pers usai Rakernas MUI, di Jakarta (14/9).Menurut dia, penyelenggaraan kontes kecantikan yang diikuti 130 negara itu bertentangan dengan sila kedua Pancasila. Miss World sendiri merupakan suatu bentuk eksploitasi naluri primitif serta merendahkan harkat perempuan."Miss World juga merupakan perwujudan paham sekuler, liberal, dan kapitalistik yan bertentangan dengan kepribadian Bangsa Indonesia," ujarnya.Dalam kesempatan yang sama, MUI menyesalkan sikap pemerintah yang tetap membiarkan kontes tersebut tetap berjalan. "Untuk itu, MUI mendesak pemerintah menghentikan kegiatan tersebut," terangnya.
MUI: Miss World rendahkan harkat martabat perempuan
"MUI secara tegas menolak dan menyesalkan tetap terselenggaranya Miss World di Indonesia," kata Ketua MUI Ma'ruf Amin.
Rekomendasi