Rusuh Jember, 500 personel Polda Jatim dan TNI siaga

Bentrok massa di Puger, Jember ini dipicu oleh karnaval yang diadakan oleh salah satu pondok pesantren.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Rusuh Jember, 500 personel Polda Jatim dan TNI siaga
Pasukan Brimob. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Situasi di Puger, Jember, Jawa Timur pasca bentrok massa, sudah mulai kondusif. Sekitar 500 personel dari Polda Jawa Timur dan TNI disiagakan di lokasi kejadian.Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin yang mengaku terus memantau perkembangan kasus bentrok massa di sekitar Pondok Pesantren Darus Sholihin pimpinan Habi Ali Al Habsy, mengatakan kalau situasi di Puger sudah bisa dikendalikan."Kedua belah pihak yang berseteru sudah bisa dikendalikan. Sekarang situasinya, semuanya sudah kondusif. Bahkan ada Pak Bupati (MZ Djalal) juga ada di lokasi untuk menenangkan warga," terang Kiai Syamsul, Rabu (11/9).Sementara itu, sejumlah aparat kepolisian dari Polres Jember, Brimob Polda Jawa Timur dibantu pihak TNI juga disiagakan di lokasi pondok pesantren untuk mengantisipasi aksi susulan.Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Awi Setiyono yang bertolak ke lokasi kejadian menemani Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Unggung Cahyono mengatakan, saat ini ada sekitar 500 personel Polda Jawa Timur yang disiagakan. "Saya masih perjalanan ke lokasi bersama Bapak Kapolda. Polda Jatim sudah menurunkan 500 personel untuk mengantisipasi bentrok susulan," kata Awi.Mantan Wadirlantas Polda Jawa Timur ini juga mengakui, aksi bentrok massa di Puger, Jember ini dipicu oleh karnaval yang diadakan oleh salah satu pondok pesantren yang ada di Jember untuk memperingati HUT RI ke 68. "Satu pihak tetap menginginkan karnaval itu tetap digelar, satu pihak tidak menginginkan," lanjut dia.Karnaval itu sendiri, masih menurut dia, digelar sekitar pukul 13.30 WIB tadi. "Setelah itu, terjadilah aksi saling serang antara kedua belah pihak. Kami belum bisa memastikan kondisi di TKP, karena masih dalam perjalanan, tapi sekarang sudah kondusif," pungkas dia.Diberitakan sebelumnya, aksi bentrok massa yang mengakibatkan sejumlah orang terluka itu, terjadi pada Rabu sore, saat karnaval yang diadakan Pondok Pesantren Darus Sholihin digelar. Kelompok massa yang dipimpin Ustadz Fauzi, salah satu tokoh masyarakat di Puger menyerang pondok pesantren pimpinan Habib Al Habsy.Diduga, konflik ini terjadi karena berbeda paham. Pondok Pesantren Darus Sholihin beraliran Syiah, sementara kelompok Ustadz Fauzi beraliran Sunni. Karena perbedaan inilah, warga menolak karnaval yang digelar kubu Habib Ali keluar dari area pondok.Namun karena tidak diindahkan, terlebih lagi acara tersebut juga tidak mendapat izin dari kepolisian, warga menjadi bringas dan melakukan penyerangan. Selain korban luka dari kedua belah pihak, dari pihak kepolisan yang menghalau amuk massa juga ikut terluka.

Rekomendasi