Jember rusuh, puluhan kendaraan dan 9 rumah rusak

warga marah karena Pondok Pesantren Darus Sholihin pimpinan Habib Ali Al Habsy memaksa menggelar karnaval.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Jember rusuh, puluhan kendaraan dan 9 rumah rusak
Pasukan Brimob. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Puger, Jember, Jawa Timur, Rabu sore (11/9) rusuh. Penyebabnya warga marah karena Pondok Pesantren Darus Sholihin pimpinan Habib Ali Al Habsy memaksa menggelar karnaval untuk memperingati HUT RI ke 65. Padahal, pawai tersebut tidak mendapat izin dari pihak kepolisan dan ditentang oleh warga setempat."Karena tidak mendapat izin inilah kemudian warga setempat melakukan penyerangan di pondok pesantren milik Habib Ali (Ali Al Habsy)," terang Wakil Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin kepada merdeka.comWarga yang menolak digelarnya karnaval tersebut, langsung melakukan penyerangan dengan berbekal pentungan. Sejumlah santri dan aparat kepolisian yang berjaga-jaga terluka. Puluhan kendaraan dan sembilan rumah rusak. Selanjutnya, tak terima pondok pesantrennya diacak-acak warga, kubu Habib Ali melakukan serangan balik dan menyerang warga yang dikomandoi Ustadz Fauzi."Bentrokan antar keduanyapun tak terhindari. Mereka saling melempar batu. Kaca-kaca masjid setempat juga pecah. Ada aparat kepolisian yang ikut terluka. Berapa korban yang terluka dalam insiden itu belum terdeteksi, kita masih melakukan pengecekan," beber Kiai Syamsul dari lokasi kejadian.

Rekomendasi