Pesantren di Jember dirusak warga gara-gara gelar karnaval

Puluhan kendaraan roda dua dan sembilan mobil dirusak, beberapa polisi dan santri juga jadi korban.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Pesantren di Jember dirusak warga gara-gara gelar karnaval
Ilustrasi. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Bentrok massa bernuansa agama kembali bergolak di Jawa Timur. Kali ini, kerusuhan terjadi di daerah Puger, Jember, Rabu sore (11/9). Akibat insiden itu, puluhan kendaraan roda dua dan sembilan mobil dirusak. Bahkan ada polisi yang terluka saat melakukan pengamanan.Informasi yang dihimpun, peristiwa itu dipicu oleh penolakan warga setempat terhadap karnaval yang digelar Pondok Pesantren Darus Sholihin.Massa yang menolak pawai itu, langsung menggerebek pondok pesantren yang dijaga ketat aparat kepolisian. Massa datang dengan membawa pentungan dan melakukan pengerusakan. Karena jumlah tak sebanding, beberapa polisi dan santri terluka."Insiden ini dipicu oleh penolakan warga terhadap karnaval yang digelar Ponpes Darus Sholihin," kata Wirawan, warga setempat yang dihubungi.Terpisah, Wakil Ketua MUI Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin mengatakan belum bisa memberi keterangan secara detail. Sebab, masih melakukan pendalaman di lokasi kejadian bersama aparat kepolisian. "Sebentar, sebentar ya mas. Nanti dihubungi lagi," katanya singkat.

Rekomendasi