Ratusan warga Batang, Jateng mendatangi Kantor Gubernur Jateng untuk melakukan aksi unjuk rasa. Ratusan warga Batang itu menggeruduk kantor gubernur terkait pembangunan mega proyek PLTU Batang senilai Rp 40 triliun.Dalam aksinya, mereka membawa amplop raksasa yang digotong bareng dan bertuliskan 'Kepada YTH: Bp. Ganjar Pranowo, Keberatan Izin Amdal PLTU Batang yang berkekuatan 2x1000 megawatt'.Amplop berukuran besar ini sebagai simbol atau pesan yang akan disampaikan oleh warga Batang kepada Gubernur terbarunya Ganjar Pranowo.Massa yang datang dengan truk dari Batang, sambil membawa bendera merah putih dan kuning ini menilai, pasca keluarnya amdal oleh DLH Pemprov Jateng yang diterbitkan mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, menunjukkan bahwa pemerintah tidak memikirkan nasib warga Batang. Terutama warga yang Batang yang berada di beberapa daerah di Desa Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonokerso, dan Roban (UKPWR) menolak PLTU Batubara Batang."Amdal yang ditandatangani oleh Bibit Waluyo adalah amdal yang abal-abal dan amdal yang asal-asalan. Sehingga amdal tersebut mengancam keselamatan dan terjaganya lingkungan dan akan berdampak buruk pada penduduk warga sekitar," tegas Koordinator Lapangan (Korlap) M Ali Tafrikan dalam orasinya Rabu (4/9).Setelah melakukan orasi secara bergantian, massa yang dijaga ketat oleh aparat keamanan diperkenankan untuk bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di ruang pertemuan samping ruang kerjanya di Lantai 2 Gedung Pemprov Jateng Jalan Pahlawan Kota Semarang.Sampai saat ini, sebanyak 16 perwakilan dari warga Batang menyampaikan aspirasi dan dialog dengan pengawalan ketat oleh aparat keamanan Polrestabes Semarang. Sementara, ratusan massa lainnya sampai saat ini masih melakukan orasi di luar pagar Kantor Pemprov Jateng.
Bawa amplop jumbo, warga Batang demo ke Ganjar soal PLTU
Amplop berukuran besar ini sebagai simbol atau pesan yang akan disampaikan oleh warga Batang kepada Gubernur Ganjar.
Rekomendasi