Kapolri instruksikan anggotanya bantu lapas rentan kerusuhan

Rentannya keamanan, Kapolri Jenderal Timur Pradopo merasa perlu membantu Kemenkumham mengamankan lapas.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Kapolri instruksikan anggotanya bantu lapas rentan kerusuhan
Kapolri Jendral Polisi Timur Pradopo. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Dalam setahun ini, dua Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yakni Tanjung Gusta dan Labuan Duku di Sumatera Utara ricuh dan terbakar. Rentannya keamanan, Kapolri Jenderal Timur Pradopo merasa perlu membantu Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengamankan lapas."Kepolisian sudah mendapat instruksi memberikan dukungan. Itu sudah instruksi dari Kapolri untuk membantu lapas-lapas," kata Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (23/8).Boy mengatakan personel yang akan membantu tergantung permintaan pihak lapas. Jika merasa rentan dan ricuh, maka pihak lapas bisa meminta pengamanan diperbanyak."Tidak melihat dari segi kelas berapa tapi kemungkinan ancaman-ancaman yang perlu diantisipasi. Mau kelas I atau II, yang penting kalau situasinya membutuhkan bantuan ya polisi wajib bantu," pungkas Boy.Diketahui, kerusuhan Lapas Tanjung Gusta pada 11 Juli lalu di Medan menyebabkan lima orang tewas. Dua orang petugas dan tiga narapidana tewas terbakar dalam peristiwa tragis tersebut.Kerusuhan disebut-sebut karena para napi tidak terima dengan adanya PP nomor 99 tahun 2012 tentang pengetatan pemberian remisi terhadap narapidana kasus korupsi, narkotika dan terorisme. Namun kerusuhan itu sendiri dipicu matinya aliran listrik dan air di Lapas Tanjung Gusta.Narapidana yang tidak puas lalu meluapkan amarahnya dan mulai membakar Lapas. Kerusuhan pun meluas, ribuan napi di dalam Lapas mengamuk dan ratusan lainnya berhasil kabur dalam tragedi tersebut.Belum reda kasus kerusuhan dan pembakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Medan, kini kasus yang sama terjadi di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Batu Bara, Sumatera Utara. Peristiwa ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu (18/8).Dalam peristiwa itu narapidana melakukan pembakaran di sejumlah bangunan Lapas. Mereka juga menguasai Lapas.

Rekomendasi