Sosok seorang jenderal baik di TNI maupun di Polri identik dengan tegas, berwibawa dan berkuasa. Namun, apa jadinya jika nama jenderal dicatut oleh orang tak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadinya.Peristiwa itu kerap kali terjadi di negara ini. Alih-alih mengaku memiliki hubungan dengan jenderal, seseorang bertindak semaunya.Sebut saja ulah pemuda bernama Febri Pratama, beberapa waktu lalu. Dengan mengaku sebagai anak Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo. Dia petantang-petenteng menerobos jalur Transjakarta di daerah Galur, Senen, Jakarta Pusat. Bermodal kartu nama sang jenderal, Febri nekat masuk jalur steril kendaraan umum dan pribadi itu.Terbaru, kasus mengaku-ngaku anak jenderal kembali terjadi. Seorang berinisial H mengaku anak jenderal polisi. Hal itu diungkap Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Minggu (18/8).Berikut empat aksi koboi H yang mengaku anak jenderal.
Advertisement
Seorang pria bernama H mengaku anak angkat jenderal bintang tiga (Komjen) di Mabes Polri. Pria kelahiran Boyolali yang tinggal di Bekasi itu telah meresahkan warga."H mengaku anak komisaris jenderal," kata Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Minggu (18/8).Menurutnya, H selalu mengaku anak seorang Komjen saat bertemu dengan polisi maupun warga sipil. IPW sudah meminta polisi mengusut sepak terjang H. Apalagi Komjen yang bersangkutan sudah menegaskan tak kenal H.
Advertisement
H mengaku sebagai anak jenderal bintang tiga polisi. Dia bahkan berani memeras pejabat setingkat Kapolres atau pejabat di Polda yang berpangkat perwira menengah."H selalu menakut-nakuti polisi di jajaran bawah, terutama para Kapolres dan pejabat menengah di Polda dan Polres. H selalu mengancam akan melaporkan pejabat polisi tersebut ke bapak angkatnya agar mereka segera diganti dari jabatannya," kata Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Minggu (18/8).Tentu saja H hanya menggertak. IPW sudah mengkonfirmasi kelakuan H ini pada jenderal bintang tiga yang disebut-sebut itu. Hasilnya, sang Jenderal menegaskan tak kenal H.
Advertisement
Selain berani memeras Kapolres dan pejabat di Polda, H juga telah meresahkan warga sipil. Dia tak segan-segan memeras warga dengan mengaku anak jenderal bintang tiga."Tujuan H sesungguhnya adalah memeras atau meminta uang kepada korbannya," kata Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Minggu (18/8).Atas kelakuannya itu, IPW meminta polisi segera bertindak dan menangkap H. "Agar tidak banyak jatuh korban. Sebab apa yang dilakukan H sangat merusak citra Polri dan citra pejabat tinggi Polri," kata Neta.
Advertisement
Dalam beraksi, H kerap membawa pistol. Dia juga berlaga bak koboi yang tak segan mengancam korbannya."Ke mana-mana dia selalu membawa dua pucuk senjata api. H mengaku anak komisaris jenderal," kata Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Minggu (18/8).H tak cuma menakut-nakuti warga sipil. Dia pun berani mengancam polisi berpangkat perwira menengah. Aksi H benar-benar sudah keterlaluan.