Tol Pejagan bikin pedagang kuliner di Jalan Raya Kanci mati kutu

Pengemudi kendaraan pribadi maupun truk yang biasanya mampir untuk mengisi perut sudah jarang didapati.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Tol Pejagan bikin pedagang kuliner di Jalan Raya Kanci mati kutu
tol kanci. ©2012 Merdeka.com

Sejak ruas tol Palimanan-Kanci-Pejagan beroperasi mulai 2002-2003 lalu, berimbas pada penjual makanan yang berada di Jalan raya Kanci, Cirebon.Banyak penjaja kuliner di area tersebut mengalami kerugian. Sebab, pengemudi kendaraan pribadi maupun truk yang biasanya mampir untuk mengisi perut sudah jarang didapati.Ketika melewati Jalan Raya Kanci dari kota Cirebon menuju Pejagan, Brebes maka akan mendapati banyak penjaja kuliner berupa rumah makan berada di sisi kiri dan kanan. Tetapi kondisi rumah makan ini terlihat sudah lama berdiri dan kurang enak dipandang mata.Berdasarkan pengakuan, pemilik warung makan Sidodadi, Enny yang ditemui merdeka.com bahwa keramaian pengunjung sudah menurun sejak tol Kanci-Pejagan beroperasi. Bahkan, saat arus mudik dan balik pun tak berpengaruh terhadap penjualannya."Arus mudik sih, kalau sekarang mah bisa dihitung kalau dulu 10 kali lipat bisa. Semenjak ada tol ini jadi enggak macet banget, kalau macet kan banyak kendaraan yang berhenti," ujar Enny di Jalan Raya Kanci, Cirebon, Kamis (25/7).Menurutnya, H-3 nanti akan ada banyak warung dadakan yang berjualan di sepanjang jalan raya kanci. Tentu saja akan semakin menambah persaingan dalam berjualan kuliner."H-3 nanti juga ada warung dadakan," katanya.Untuk tempatnya sendiri, ramai pengunjung saat mendekati hari H mulai dari siang hingga menjelang subuh. Pengunjung tersebut rata-rata pemudik yang mengendarai sepeda motor."Kadang siang juga ramai, kalau sudah deketin hari H ramai, kalau habis subuh tuh sudah agak renggang," jelasnya.Makanan yang ia sajikan lebih dikenal dengan tongseng. Makanan berbahan utama daging kambing banyak diminati pembeli dengan harga yang dibandrol Rp 20 ribu per porsi.Untuk diketahui, Jalan tol Kanci-Pejagang yang melintasi Kota dan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Brebes merupakan milik PT Semesta Marga Raya, anak usaha Bakrie Toll Road yang juga memiliki Esia dan dibangun oleh PT Adhi Karya dengan nilai investasi Rp 2,2 Triliun.Tetapi, November 2012, jalan tol ini telah menjadi milik PT MNC Infrastruktur Utama, anak perusahaan MNC Group yang bergerak di bidang pengelolaan jalan tol. Tol ini memiliki luas sepanjang 35 KM, yang menghubungkan daerah Cirebon di Jawa Barat dengan Pejagan di Jawa Tengah. Akhir dari ruas tol tersebut adalah Pejagan di kilometer 266.

Rekomendasi