Surat izin restorasi 6 lukisan Raden Saleh belum keluar, karena ada kekeliruan koordinasi antara pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD). Nota kesepahaman kerja sama dengan Kemendikbud sudah dipersiapkan dan diajukan sejak empat bulan lalu, namun harus izin melalui Sekretariat Presiden.YAD sebelumnya telah bekerja sama dengan Goethe Institut Indonesia untuk menunjuk restorator dari Jerman yaitu Susanne Erhards yang telah hadir sejak awal bulan Juni lalu dan hanya bisa berada di Indonesia sampai akhir September 2013.Ketua YAD Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan, bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Goethe Institut untuk merestorasi lukisan Raden Saleh. "Ini karena rasa cinta dengan karya-karyanya yang bernilai historis tinggi," ujar Hashim seperti dikutip dari Antara, Jumat (26/7).Hasyim juga merasa malu karena justru warga negara asing yang menaruh perhatian lebih untuk merestorasi karya tersebut.Sementara itu perwakilan Sekretariat Presiden Ratih Anggraini mengatakan, proses restorasi sudah disetujui oleh Kepala Biro Pengelolaan Istana dan tinggal menunggu persiapan nota kesepahaman baru yang mengikutsertakan Sekretariat Presiden dengan pihak YAD, Goethe Institut dan Kemendikbud.Pada awalnya ada 6 lukisan yang akan direstorasi oleh Susanne, namun karena keterbatasan waktu, maka hal itu hanya bisa dilakukan untuk dua karya saja, yaitu lukisan bertema 'Harimau Minum' dan 'Penangkapan Diponegoro'.
Terkendala izin, 6 lukisan Raden Saleh belum bisa direstorasi
Hasyim merasa malu karena justru warga negara asing yang menaruh perhatian lebih untuk merestorasi karya Raden Saleh.
Advertisement
Rekomendasi