Trimedya disuruh Megawati cek kesehatan Emir di Rutan Guntur

Trimedya mengaku baru bisa menjenguk hari ini lantaran saat Emir ditahan dirinya tidak diizinkan masuk ke Rutan Guntur.

Putri Artika R
Oleh Putri Artika R - Reporter
Trimedya disuruh Megawati cek kesehatan Emir di Rutan Guntur
Emir Muis ditahan KPK. ©2013merdeka.com/m. luthfi rahman

Tersangka kasus korupsi PLTU Tarahan, Lampung, Emir Moeis dikunjungi Ketua DPP Bidang Hukum PDIP Trimedya Panjaitan. Saat menjenguk, Trimedya mengaku disuruh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mengecek kesehatan Emir."Ya, ini disuruh ngecek kesehatan Bang Emir, orangnya kan tambun," ujar Trimedya yang mengenakan batik di KPK, Senin (15/7).Trimedya mengaku baru bisa menjenguk hari ini lantaran saat Emir ditahan, dirinya tidak diizinkan masuk ke Rutan Guntur."Tadinya saya mau besuk pas ditahan. Pas hari Kamis saya ke Guntur tapi ga boleh masuk. Informasi yang saya dapat dari pak Yanuar sebagai pengacara, besuk kan hari Senin jadi kita mengikuti jadwal itu. Tadi katanya keluarganya udah duluan dan kita ingin tau bagaimana kondisi pak Emir," katanya.Trimedya mengatakan bantuan hukum dari partai berlambang banteng itu terhadap Emir sudah dilakukan. Yakni dengan didampingi Pengacara dari PDIP, Yanuar P Wasesa. "Pak Yanuar ini pengacara handal," ujarnya.Seperti diketahui, Ketua Komisi XI DPR Emir Moeis langsung ditahan usai diperiksa selama 6 jam. Emir dijerat dengan Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 atau Pasal 12 b Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001. Emir disebut-sebut menerima hadiah terkait PLTU Tarahan sebesar US$ 300.000 dollar. PT Alstom Indonesia merupakan perusahaan asing milik Amerika Serikat yang memenangkan tender proyek PLTU Tarahan.Namun, hingga kini teka teki siapa yang memberikan Emir uang tersebut belum dijerat oleh KPK. Untuk itu, KPK mengklaim kasus ini tidak berhenti setelah Emir menjadi tersangka.

Rekomendasi