KJRI Jeddah meminta bantuan pengamanan dari polisi Arab Saudi untuk mengawal jalannya pengambilan formulir pendaftaran Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Sejak pukul 05.30 waktu setempat seratusan polisi Arab Saudi sudah bersiaga di KJRI Jeddah."Seratusan polisi ikut mengamankan agar tidak terjadi kerusuhan lagi. Saat ini kondisinya tertib dan aman," ujar petugas KJRI Jeddah yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (11/6).Menurutnya, pihak KJRI Jeddah tidak ingin peristiwa di hari Minggu lalu terulang. Dalam peristiwa kerusuhan tersebut seorang TKI meninggal."Meninggal karena kelelahan dan kondisinya lemah. Mungkin kepanasan juga karena di sini suhunya mencapai 49 derajat," terangnya.Sebelumnya, TKI yang berada di Jeddah, Arab Saudi, mengamuk. Mereka membakar plastik yang menjadi pembatas di KJRI yang terletak di Jalan Al Rehab Distrik.Mereka emosi lantaran telah antre sejak lama namun belum terlayani. Mayoritas TKI bermasalah ini sedang mengurus SPLP untuk mendapatkan amnesti atau pemutihan. Surat itu dibutuhkan untuk membuat paspor atau izin tinggal. Kejadian itu mengakibatkan satu orang TKI tewas, namun Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan TKI yang tewas karena sakit."Itu karena sakit sebelumnya, dia ikut antre. Kemlu yang lebih tahu sih sebetulnya, karena semua informasi yang paling akurat dari Kemlu," jelas Muhaimin.
Cegah rusuh, 100 polisi Saudi amankan loket di KJRI Jeddah
Sejak pukul 05.30 waktu setempat seratusan polisi Arab Saudi sudah bersiaga di KJRI Jeddah.
Rekomendasi