Abdullah Hehamahua minta pejabat pemukul pramugari dipecat

"Di sana sudah ada aturan dan UU, tapi karena merasa bos, seperti 'orde baru', makanya ditegur marah," kata Abdullah.

Mohamad Taufik
Oleh Mohamad Taufik - Reporter
Abdullah Hehamahua minta pejabat pemukul pramugari dipecat
abdulah hehamahua. ©2012 Merdeka.com

Ini komentar Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua tentang kasus pemukulan terhadap Febriyani, Pramugari Sriwijaya Air yang dilakukan Zakaria Umar Hadi, Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Bangka Belitung (Babel). Zakaria memukul Febri karena tersinggung setelah ditegur agar mematikan telepon genggam ketika di dalam pesawat. Menurut Abdullah, perilaku pejabat seperti itu tidak pantas."Saya rekomendasikan kepada bosnya, agar dia (Zakaria) dipecat. Tidak pantas pejabat publik seperti itu," kata dia ketika dihubungi merdeka.com, Sabtu (8/6).Dia menjelaskan, perilaku yang dilakukan oleh Zakaria itu pola-pola perilaku 'bos', sehingga ketika ditegur oleh rakyat tersinggung. Padahal, dia melanjutkan, pejabat itu merupakan pelayan masyarakat. "Itu karena mereka merasa jadi bos. Itu salah satu sebab kenapa korupsi terus terjadi, karena orang tidak taat azaz. Di sana sudah ada aturan dan Undang-undang, tapi karena dia merasa bos, seperti 'orde baru', makanya ditegur marah," terangnya.Pola-pola seperti itu diakui Abdullah masih ada hingga kini. Sikap ala "orde baru", misalnya tidak mau mengantre dengan rakyat, ingin selalu didahulukan, menyeberang lampu merah, melawan aturan dan tidak mau membayar ketika masuk rumah sakit.

Sebelumnya, seperti dituturkan Febri, karena memukul pramugari Zakaria sempat diusir dari pesawat. Namun dia tak terima diperlakukan seperti pelaku kejahatan. Dia terus berteriak kencang. "Kata dia, saya penumpang saya raja. Biar kapok dia. Saya beli tiket pakai uang," kata Febri menirukan kalimat Zakaria.

Rekomendasi