Kemensos & Pemda akan tutup lapak 21 prostitusi di Jatim

21 lokalisasi di Jatim tersebut, yaitu 3 di Kota Surabaya, 11 di Banyuwangi, dan 7 di Kabupaten Malang.

Hery H Winarno
Oleh Hery H Winarno - Reporter
Kemensos & Pemda akan tutup lapak 21 prostitusi di Jatim
gang dolly. ©blogspot.com

Prostitusi merupakan penyakit masyarakat terkait mental dan kemiskinan. Kementerian Sosial bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menutup lokalisasi prostitusi di Indonesia.Tahun ini, Kemensos bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Timur akan menutup 21 lokalisasi di Jawa Timur, yaitu 3 di Kota Surabaya, 11 di Banyuwangi, dan 7 di Kabupaten Malang."Perlu pendekatan terpadu dan tuntas penutupan lokalisasi prostitusi, sehingga tidak menimbulkan masalah baru. Misalnya, menyebar dan tidak terkendalinya praktik prostitusi," kata Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri dalam rilis yang diterima merdeka.com, Selasa (28/5)."Total penghuni lokalisasi di Kabupaten Banyuwangi sebanyak 257 orang WTS. Setelah ditutup dilakukan pemulangan bekas WTS berjumlah 10.108 orang," ujarnya.Tidak dipungkiri, penutupan lokalisasi Kramat Tunggak di Jakarta dan Saritem di Bandung berdampak pada Wanita Tuna Susila (WTS) beroperasi mandiri. Pendekatan budaya menjadi bagian penting dalam persoalan ini, sehingga tidak dengan cara represif dan melanggar Hak Asasi Manusia.Peran para tokoh agama, masyarakat dan adat, kata Mensos, merupakan pilar penting, termasuk pejabat daerah, karena tingkat kepercayaannya diakui publik. Misalnya, Wali kota Surabaya bisa menjadi contoh dalam upaya penutupan lokalisasi."Peran serta masyarakat sangat penting, sebab di sana ada nilai-nilai kearifan lokal yang bisa membantu permasalahan sosial," tandasnya.Berdasarkan disiplin ilmu sosial, dua hal yang bisa menjadi inspirasi menyelesaikan masalah sosial dan menjadikannya keunggulan. Pertama, dilihat cultural interest dan dilihat cultural mind, dan Kedua, terkait adat istiadat dan ketertarikan paling diminati warga.Direktorat Rehabilitasi Tuna Sosial, Kemensos merilis, hingga 2012, tercatat 41.374 WTS tersebar di berbagai kota di 33 provinsi di Indonesia. Jumlah terbesar WTS di Jawa Timur 7.793 dan lokalisasi terbanyak di Jawa Timur, yaitu 47 lokalisasi.Para ahli sosial berpendapat, prostitusi dalam sejarah mengarah pada tradisi turun temurun, satu mata rantai dunia asosial. Di mana WTS tidak terlepas dari peran mucikari dan germo dan mereka tidak terlepas dari 'big mama/big father'. Saling mengunci dan mengikat di dalamnya.Pada awalnya, lokalisasi bertujuan melokalisir praktik prostitusi. Namun perkembangan berikutnya, menjadi daerah berbumbu pada penumpukan moral hazard. Misalnya, Sunan Kuning di Semarang, Saritem di Bandung, Dolly, dan Bintan.Tentu saja, kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan menjadi tantangan bersama mengatasinya. Pengidap HIV/AIDS di Indonesia, tertinggi di Papua disusul Semarang, salah penyebabnya melalui hubungan seksual.

Rekomendasi