Keseharian di kampung Tarling, banjir rejeki saat musim panen

Warga di Desa Konsi, Indramayu banyak yang mencari nafkah dari dangdut tarling.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Keseharian di kampung Tarling, banjir rejeki saat musim panen
Sekelumit kehidupan penyanyi tarling dangdut. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Kabupaten Indramayu di Jawa Barat terkenal akan kesenian Tarling, yang merupakan akronim dari gitar dan suling. Jika berkunjung ke kabupaten yang berbatasan dengan Cirebon ini, akan dengan mudah ditemui grup dangdut tarling di sepanjang jalan, khususnya di Desa Konsi, Kecamatan Widasari.

Di sepanjang jalan Desa Konsi, dengan mudah dapat ditemui plang-plang grup dangdut tarling. Plang yang berukuran setinggi sekitar lima meter berbaris rapi di pinggir jalan. Nama grup dangdut tarling pun beragam, seperti Suara Indah, Rapuci Nada, hingga grup yang menyebutkan nama penyanyinya, semisal Wiwi Arsita Organ. Penempatan plang tersebut sengaja diletakkan persis di depan rumah pemilik grup dangdut tarling.

Cici Catu termasuk satu dari puluhan pimpinan grup dangdut tarling yang memasang plang nama grup dangdut tarling di depan rumah. Saat ditemui di rumahnya, Cici yang merangkap pemilik grup tarling Mellisa Nada ini tengah sibuk mengurusi anaknya.

"Biasa nih mas, begini kalau lagi enggak ada orang yang nanggap," ujar Cici, sembari mempersilakan merdeka.com masuk ke rumahnya.Wanita yang juga mantan penyanyi dangdut tarling tersebut mengatakan, jika tidak ada orang yang menggunakan jasa grupnya, dirinya hanya berdiam di rumah sembari menjaga kedua anaknya. Selain itu, wanita yang sudah sejak SMP menjadi penyanyi dangdut tarling itu sesekali memeriksa peralatan musik grupnya.

Keadaan serupa juga dilakukan Aan Anisa, pimpinan grup dangdut Aan Nada. Jika tidak ada panggilan, wanita cantik ini sibuk menjaga kedua buah hatinya. Selain itu, pedangdut yang sudah memiliki dua album dangdut tarling ini juga membuka butik pakaian di rumahnya, di Jalan Raya Rambatan Wetan, Sindang, Indramayu.

"Ini butik saya buka buat keperluan penyanyi di Indramayu, jadi bukan baju yang dipakai sehari-hari," ujarnya. "Semuanya saya beli di Jakarta, Mangga Dua," lanjutnya sembari tertawa.Baik Cici maupun Aan menuturkan, tidak setiap bulan grup dangdut tarling pimpinannya bisa mentas setiap hari. Ada hari-hari khusus di mana mereka ramai ditanggap, dan hari di mana mereka tidak menerima panggilan sama sekali.

"Kalau ramainya, yah di bulan-bulan seperti ini, pas habis panen. Kalau enggak ada panggilan sama sekali, ya pas bulan puasa," jelas Aan.

Rekomendasi