Wakil Ketua DPD RI La Ode Ida mengatakan, terjadinya tindakan perbudakan buruh di Tangerang merupakan lemahnya pengawasan serikat buruh. Menurut dia, kelemahan pengawasan terjadi karena adanya hadangan dari aparat setempat."Dari aparat pemerintah daerah yang terkait dan aparat kepolisian. Itu yang membuat mereka sehingga resisten terhadap upaya untuk melakukan pengawasan di dalam perusahaan mereka," ujar La Ode Ida saat mengunjungi pabrik kuali di RT 3 RW 4, Kampung Bayur Ropak, Desa Lebak Wangin, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Selasa (7/5).Dia menambahkan, untuk dapat mengawasi perlakuan pelaku industri, baik industri besar maupun industri kecil, organisasi buruh harus bersikap netral. "Harus ada pengurus organisasi buruh yang netral yang kepentingannya untuk melakukan perlindungan terhadap pekerja," ujarnya.Seperti diketahui, Jumat (3/5) sore lalu petugas kepolisian berhasil menyelamatkan sebanyak 25 buruh asal Lampung, Sukabumi, dan Cianjur yang dipekerjakan layaknya budak di perusahaan wajan itu.Petugas juga masih mengejar dua orang tersangka yang bekerja sebagai mandor serta menetapkan kedua mandor tersebut daftar pencarian orang oleh Polda Metro Jaya.
Dilindungi polisi, perbudakan tak ketahuan serikat buruh
Menurut La Ode Ida, kelemahan pengawasan terjadi karena adanya hadangan dari aparat setempat.
Rekomendasi