Waspada, aktivitas Gunung Guntur di Garut masih fluktuatif

Tremor vulkanik juga terjadi terus menerus sejak pukul 13.00 WIB hingga 14.30 WIB dengan amplituda maksimum 1.5 mm.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Waspada, aktivitas Gunung Guntur di Garut masih fluktuatif
Ilustrasi gunung berapi. Merdeka.com

Sejak satu pekan lalu aktivitas Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat masih fluktuatif. Tercatat, 10 April kemarin ada dua kali kegempaan tektonik jauh, dua kali gempa vulkanik dalam amplituda maksimum 45 mm, satu kali gempa tektonik lokal, amplituda maksimum 48 mm yang berlangsung hingga 120 detik.

"Tremor vulkanik juga terjadi terus menerus sejak pukul 13.00 WIB hingga 14.30 WIB dengan amplituda maksimum 1.5 mm," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, Kamis (11/4).

Peningkatan vulkanik juga pernah terjadi di hari-hari sebelumnya. Pada 4 dan 5 April tercatat tremor menerus sekitar dua jam.

"Padahal 3 April lalu tidak tercatat adanya tremor," jelas pria yang akrab disapa Mbah Rono itu.

Selanjutnya pada 6 April tercatat tremor menerus sekitar empat jam, 7 April tidak tercatat tremor, dan 8 April tercatat tremor menerus sekitar 18 jam.

Kemudian pada 9 April di gunung yang terakhir erupsi pada 160 tahun lalu itu tercatat tremor menerus hingga 11 jam.

"Jadi aktivitas masih naik turun. Semoga krisis tremor Gunung Guntur berlalu, semoga aktivitas Gunung Guntur menurun," jelasnya.

PVMBG masih merekomendasikan agar tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius 2 km dari Kawah Guntur. "Masyarakat yang beraktivitas dan bermukim di luar radius 2 km dari Kwh Guntur, dapat melakukan aktivitas seperti biasa," ungkapnya.

Dia menambahkan agar masyarakat di sekitar Gunung Guntur tetap tenang, dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. "Ikuti arahan BPBD/Pemkab Garut," pintanya.

Rekomendasi