Aktivitas Gunung Guntur sudah meningkat tiga bulan lalu

Sejak Januari lalu, PVMBG mencatat adanya gempa vulkanik sebanyak 32 kali. Februari sebanyak 65 kali, dan Maret 89 kali.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Aktivitas Gunung Guntur sudah meningkat tiga bulan lalu
Ilustrasi gunung api. Merdeka.com

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Guntur dari normal ke waspada. Alasannya, gunung yang berada di Kabupaten Garut itu sudah mengalami peningkatan aktivitas vulkanologi sejak tiga bulan terakhir.

"Hingga awal April ini aktivitas terus meningkat," kata Kepala PVMBG Surono di Bandung, Rabu (3/4).

Sejak Januari lalu, PVMBG mencatat adanya gempa vulkanik sebanyak 32 kali. Februari sebanyak 65 kali, dan Maret sebanyak 89 kali. "Hingga April gempa terus terjadi dengan tremor terus menerus," katanya.

Adapun tremor menunjukkan amplituda rata-rata 10-15 mm. Sehingga PVMBG menaikkan status gunung yang terakhir erupsi pada 1847 itu menaikkan status ke waspada.

Menurutnya, naiknya status Guntung Guntur dari normal menjadi waspada terhitung sejak Selasa 2 April 2013 pukul 17.00 WIB. PVMBG juga merekomendasikan agar tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius dua kilometer dari puncak Gunung Guntur.

Pria yang akrab disapa Mbah Rono ini mengatakan pada Oktober 2012, gunung berbentuk kerucut utuh ini sempat menunjukkan energi besar dari perut gunung. Namun tanda-tanda untuk erupsi memang tidak ada.

Sebelumnya memang 1994, 1998, 2004 pernah juga mengalami hal serupa. Namun itu hanya berupa peningkatan yang tidak diikuti letusan. "Saya harap tidak ada erupsi Gunung Guntur ini," jelasnya.

162 Tahun Gunung Guntur tertidur. Namun sekarang Gunung yang dikelilingi tempat wisata alam menunjukkan aktivitasnya. PVMBG mengingatkan agar masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Mungkin masyarakat sudah tidak ingat dengan aktivitas Guntur, kami sosialisasikan lagi sekarang," ujarnya.

Rekomendasi