Anggota Komisi X Fraksi Partai Golkar, Kahar Muzakir, membantah menerima suap Rp 9 miliar dari mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Lukman Abbas, buat memuluskan pembahasan anggaran Pekan Olahraga Nasional di Provinsi Riau pada 2012. Menurut Kahar, hal itu sudah dibantah dalam persidangan."Itu kan sudah jelas di persidangan. Kan sudah dikonfrontir. Lukman yang bilang tidak ada," kata Kahar kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (27/3).Sebelumnya, Lukman pernah mengaku mengantar uang Rp 9 miliar bersama stafnya ke Gedung DPR-MPR. Dia mengatakan, duit itu diterima oleh salah satu staf Kahar, yakni Wihaji alias Acin. Tetapi, Kahar membantah menerima uang itu, dan mengatakan tidak memiliki staf bernama Wihaji.Dalam pemeriksaan ini dia mengaku cuma dimintai keterangan dan konfirmasi mengenai beberapa dokumen yang disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia pun berkelit kepada wartawan cuma ditanyai soal mekanisme penganggaran, dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional di Provinsi Riau pada 2012.Kahar kembali berkilah proses penganggaran PON 2012 sudah sesuai aturan. Menurut dia, semua permasalahan itu sudah dia jelaskan sebelumnya.
Kahar Muzakkir tegaskan tak terima Rp 9 M dari Lukman Abbas
Kahar disebut-sebut menerima Rp 9 miliar dari Lukman untuk memuluskan pembahasan anggaran PON.
Rekomendasi