Empat jenazah teroris yang berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati telah diidentifikasi oleh tim DVI Polri. Tiga di antara sedang menunggu untuk proses penguburannya.
"Di rumah sakit Kramat Jati jenazah terorisme sudah ada satu yang dimakamkan atas nama Bachtiar, tiga sedang dalam pengurusan keluarga untuk dikuburkan. Mereka adalah Anas Wirianto alias Dimas Antasari asal Dompu, Bima. Lalu Ahmad Khalil alamat di Palopo akan dikubur di Ciamis. Syamsudin asal Palopo dan Bachtiar asal Bima telah dikubur di pondok Rangon," terang Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli di PTIK, Jakarta, Selasa (29/1).
Meski demikian, masih ada dua jenazah teroris yang belum berhasil diidentifikasi. Lantaran belum ada keluarga yang mengambil atau menjalani tes antemortem.
"Dua lagi data antemortem dari anak dan orang tua yang belum diperoleh memang sulit dihubungi pihak keluarga, dua masih menunggu tes antemortem jadi nama masih inisial," kata Boy lagi.
Di Januari awal, Densus 88 berhasil menangkap 11 terduga teroris. Di antaranya tewas dibedil polisi dan sisanya yang hidup masih menjalani pemeriksaan di Polda Makassar.
Jaringan yang mereka buat tak lain menyasar pada rumah ibadah, hotel dan pos polisi di Bima dan Toraja. Orang-orang baru ini rencananya akan menggunakan bom pipa yang dimasukan ke ransel kemudian dilemparkan ke sasaran mereka.