Mabes Polri akan melibatkan semua pihak untuk mengatasi konflik horizontal yang terjadi di tengah masyarakat. Begitu juga dengan konflik yang terjadi Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB)."Mari kita bergandengan tangan, menyelesaikan titik konflik itu enggak bisa sendiri harus bersama-sama. Ini bukan pembiaran, asal muasal kasus bukan tugas kepolisian saja bagaimana bertetangga dengan baik itu bukan tugas kepolisian saja. Yang penting penanganan harus terintegrasi," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Suhardi Alius di Kantor Humas Polri, Jakarta, Jumat (25/1).Menurut Alius, masalah mendasar dalam konflik Sumbawa tak lain adalah masalah bermasyarakat. Oleh karena itu, polisi pun berusaha mengedepankan upaya persuasif untuk menghadapi warga."Lihat masalah secara jernih permasalahan itu tidak terjadi tiba-tiba. Selalu dari hulu yang tidak pernah tersentuh masalah Sumbawa orang kecelakaan kok jadi seperti itu, kalau enggak ada perasaan tertentu sentimen tertentu. Sentimen itu harus digarap persuasif semua pihak bukan hanya polisi," lanjut Suhardi.Sebelumnya, konflik di Sumbawa Barat membara akibat tewasnya salah satu warga karena kecelakaan lalu lintas. Tak terima, keluarga dan puluhan anggota masyarakat menyerang pacar korban yang dianggap menjadi penyebab tewasnya anak mereka. Akibat kerusuhan ini, rumah, supermarket dan pasar rusak. Kini 33 orang telah diamankan terkait kericuhan tersebut.
Mabes Polri: Polisi tak bisa atasi konflik horizontal sendirian
Masalah mendasar dalam konflik Sumbawa tak lain adalah masalah bermasyarakat.
Advertisement
Rekomendasi