Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengungkapkan, motif bentrokkan di Sumbawa terjadi karena tersebar isu dugaan pembunuhan dan perkosaan. Diduga, pelakunya merupakan anggota polisi yang kebetulan kekasih korban yang meninggal akibat kecelakaan."Motifnya adalah ada pemicu yang disebarkan kepada masyarakat seolah-olah ada pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu anggota Polri kepada pacarnya," kata Timur di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/1).Menurut Kapolri, tewasnya seorang wanita itu murni akibat kecelakaan tunggal, sedangkan kekasihnya mengalami luka berat dalam peristiwa itu. Korban luka kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit."Itu kejadian sebenarnya," ungkap Timur.Terkait bentrokan tersebut, Timur meminta masyarakat Sumbawa Besar agar tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. "Jadi saya minta masyarakat khususnya di wilayah Sumbawa Besar jangan terpancing dengan isu-isu seperti itu," katanya.Sebelumnya, 90 orang yang diduga provokator telah ditangkap polisi karena melakukan pengerusakan terhadap sejumlah rumah. Para pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan. Kerusuhan di Sumbawa diduga berawal dari kecelakaan lalu lintas, yang menewaskan seorang wanita. Kerusuhan tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 Wita. "Yang jelas pemicunya kecelakaan out of control pada malam Minggu sekitar pukul 23.00 Wita ada kecelakaan dua orang naik motor, kemudian pacar korban meninggal peristiwa menyulut emosi massa bergerak ke rumah cowok," kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP Sukarman Hussein lewat telepon selulernya, Selasa (22/1).
Kapolri: Bentrok Sumbawa dipicu isu pembunuhan dan perkosaan
Menurut Kapolri, tewasnya seorang wanita itu murni akibat kecelakaan tunggal.
Advertisement
Rekomendasi