Sumbawa rusuh, polisi dan intelijen harus bertanggung jawab

"Menurut saya pihak keamanan tidak pernah mau belajar dari peristiwa yang sudah pernah terjadi," kata Bambang Soesatyo.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sumbawa rusuh, polisi dan intelijen harus bertanggung jawab
Bambang Soesatyo . merdeka.com/Imam Buhori

Ratusan rumah rusak di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat akibat konflik horisontal yang terjadi kemarin. Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo menilai, konflik terjadi karena kesalahan polisi."Menurut saya pihak keamanan tidak pernah mau belajar dari peristiwa yang sudah pernah terjadi. Sumbawa dan Lampung kan bukan hal yang baru," kata Bamsoet saat dihubungi, Rabu (23/1).Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet ini, konflik horisontal Sumbawa bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Baik Polisi maupun TNI, juga telah memiliki peta sebaran daerah rawan konflik.Sehingga, jika konflik horisontal kembali tersulut, maka yang harus dilakukan adalah mengevaluasi kinerja intelijen kedua lembaga itu."Harusnya dua lembaga ini saling mengisi, dalam rangka pengamanan," kata Bamsoet.Artinya, lanjut dia, peran intelijen harus diperkuat. Penanganan juga dipercepat. "Mereka kan punya SOP, itu harus dimaksimalkan agar tidak memakan korban," terangnya.

Rekomendasi