Ini suara warga soal car free night

Banyak komentar berisi saran dan kritik kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Aryo Putranto Saptohutomo
Ini suara warga soal car free night
Kembang api di HI. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Gelaran Jakarta Night Festival (JFN) atau car free night sebagai bagian untuk menyambut tahun baru 2013 bagi warga DKI sudah selesai. Selepas perayaan, banyak komentar berisi saran dan kritik kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.Menurut pasangan suami istri asal Cengkareng, Jakarta Barat Asrin dan Romlah, mereka senang dengan kemeriahan acara itu. Apalagi mereka bisa melihat dari dekat sosok Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau kerap disapa Jokowi."Senang banget saya. Tadi bisa lihat pak Jokowi. Acaranya meriah sih. Rame banget. Dulu enggak pernah ikut," kata Asrin dan Romlah kepada merdeka.com sembari berjalan pulang, Selasa (1/1) dini hari.Namun, mereka menyarankan pada perayaan mendatang, tempat parkirnya bisa lebih banyak. "Saya parkirnya jauh. Di Monas. Kalau bisa tarifnya juga jangan mahal-mahal," ujar Asrin.Menurut Asrin, pagelaran JNF cukup meriah. Apalagi ditambah adanya karnaval. "Kasihan juga sih tapi. Soalnya kan tadi udah pada dandan rapi, eh gerimis," ujarnya sambil terkekeh.Lain lagi pendapat Bapak Warsa dan Ibu Yeni. Mereka mengaku keberadaan toilet umum dalam gelaran JNF kali ini kurang memadai. "Antrenya lama mas. Dalamnya juga enggak bersih. Jorok. Mudah-mudahan didengar sama pak Jokowi," kata Warsa.Warsa yang tinggal di Klender, Jakarta Timur, itu juga mengeluhkan tidak tersedianya tempat berteduh. Padahal, sejak sore hari cuaca mendung dan gerimis."Padahal dari sore kan sudah gerimis, makin malam makin deras. Enggak ada tempat buat berteduh. Kasihan anak istri saya hujan-hujanan," ujar Warsa.

Rekomendasi