Kisruh yang melanda organisasi sepak bola PSSI tanpa ujung. Indonesia pun terancam sanksi FIFA yang akan diputuskan pada sidang FIFA 14 Desember mendatang. Mungkinkah Indonesia akan terkena sanksi FIFA? Kena atau tidak, yang pasti sepak bola Indonesia yang dirugikan. Ragam pendapat dari rakyat penggila sepak bola muncul menyikapi kisruh sepak bola nasional. Ada yang setuju dengan sikap PSSI, ada pula yang ingin agar PSSI dan KPSI dibubarkan. Berikut pendapat rakyat soal kisruh sepak bola nasional.
Advertisement
Kisruh yang terjadi di persepakbolaan Indonesia antara PSSI dengan KPSI menimbulkan perpecahan baik liga maupun tim nasional. Harusnya sepak bola menjadi alat pemersatu bangsa."Kalau mau berprestasi ya jangan dipetak-petakin. Kan tujuannya sama, buat bangsa Indonesia," ujar mahasiswa perguruan tinggi swasta di Jakarta, Ryan (23) kepada merdeka.com, Selasa (11/10).Menurut Ryan, sepak bola intinya adalah kerja sama tim. Jadi, kalau di organisasinya saja pecah, bagaimana yang di lapangan saat bertanding."Kan jadinya para pemain tidak fokus bermain karena milih-milih tim tertentu yang dianggap oleh organisasi sepakbola kita," kata pria penggemar Arema Malang dan Juventus itu.
Advertisement
Minimnya prestasi Timnas Indonesia harusnya dibenahi dengan serius. Tetapi, justru timbul perpecahan dan kisruh antara PSSI dengan KPSI."Harusnya KPSI dibubarkan. Lalu benahi sistem yang ada," ujar pegawai kantoran, Sumantri (27) kepad merdeka.com, Selasa (11/12).Sumantri menduga, kalau KPSI adalah orang bayaran yang ingin membuat sepak bola Indonesia minim prestasi. Selain itu, sejak munculnya KPSI, justru membuat sepak bola Indonesia menjadi ruwet."Makin lama bukannya makin baik, eh ada KPSI malah bikin pecah belah," katanya.
Advertisement
Kekisruhan yang terjadi di organisasi sepak bola Indonesia diduga karena adanya unsur politik yang ikut campur. Harusnya sepak bola jangan dicampur dengan politik."Semuanya pengen jadi ketua. Pastikan agar tidak ada yang menunggangi mereka," ujar penjaga warung, Cecep (50) kepada merdeka.com, Selasa (11/12).Cecep menyarankan agar PSSI dan KPSI dibubarkan saja. Nantinya, bentuk kepengurusan baru yang memang benar-benar telah siap membangun persepakbolaan Indonesia."Bubarkan dua-duanya. Bikin baru deh. Kan setiap tim sepak bola nanti bisa rapatkan gimana baiknya nanti," sarannya.
Advertisement
Federasi sepak bola internasional, FIFA diminta memberikan sanksi terkait kisruh PSSI dan KPSI. Mungkin, dengan sanksi yang ada akan membuat pihak yang bertikai sadar."FIFA harus berikan sanksi tegas. Sebenarnya kisruh tidak perlu terjadi, karena masyarakat pecinta sepak bola yang jadi korbannya," ujar anggota Lembaga Bantuan Hukum, Maruli kepada merdeka.com, Selasa (11/12).Maruli juga menilai kekisruhan itu merupakan permainan elite politik. Karena itu, pemerintah harus segera mengambil alih segera. "DPR harus menjadi mediator tetapi tidak perlu mengintervensi," katanya.
Advertisement
Dengan kekisruhan yang terjadi antara PSSI dan KPSI membuat suporter Indonesia kecewa. Mereka kecewa karena membuat tim nasional yang jadi kesayangan menjadi tidak tampil optimal."Saya sebagai pecinta sepak bola Indonesia kesal dengan kisruh itu. Mendingan kaya dulu, gak ada kisruh-kisruhan," ujar penjual batagor, Ucup (24) kepada merdeka.com, Selasa (11/12).Apalagi, KPSI dan PSSI memunculkan terjadi perpecahan. Perpecahan yang dimaksud adalah dalam satu kota, terdapat dua nama tim."Liat saja Jakarta. Masa Persija ada dua. Satu yang LSI, satu lagi yang LPI," ujar fans fanatik Persija atau The Jak Mania itu.Dia juga berharap pemerintah segera menyelesaikan masalah itu. Selain itu, ke depannya diharapkan timnas Indonesia mampu meraih prestasi yang membanggakan.