Asosiasi Pemain Dunia: Indonesia memalukan!

"Ini adalah aib bagi seluruh sepakbola profesional yang digelar di Indonesia," kata Sekjen FIFPro Frederique Winia.

Muhammad Hasits
Oleh Muhammad Hasits - Reporter
Asosiasi Pemain Dunia: Indonesia memalukan!
Diego mendieta. ©2012 Merdeka.com

Kematian Diego Mendieta (32) kini tengah disorot dunia. Pemain asal Paraguay itu meninggal karena terserang virus yang menggerogoti tubuhnya.Yang bikin miris hati adalah, Diego tidak mempunyai uang untuk berobat. Setelah dibawa ke rumah sakit, sakitnya sudah terlanjur parah. Dia akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Dr Moewardi Solo, Selasa (4/12) dini hari.Dan yang lebih memilukan lagi, gaji Diego sempat tidak dibayarkan selama empat bulan. Akibatnya, dia juga menunggak tagihan di rumah sakit dan indekosnya. Diego juga sempat berkeinginan untuk kembali ke kampung halamannya, tapi tidak punya uang.Nasib yang dialami oleh Diego ini langsung menjadi perhatian dunia. Adalah Asosiasi Pesepak Bola Profesional (FIFPro) mengaku prihatin dengan kebijakan klub Diego, Persis Solo."Jika berita ini benar kematian Diego Mendeita karena kelalaian klubnya, maka ini sangat memalukan," kata Frederique Winia, Sekjen FIFPro Divisi Asia seperti dilansir dari situs resmi FIFPro, Rabu (5/12).Cerita soal tidak dibayarnya pemain-pemain asing di Indonesia sudah ia dengar sejak dulu. "Ini adalah aib bagi seluruh sepakbola profesional yang digelar di Indonesia," imbuhnya.Untuk itu, dia mendesak agar klub segera melunasi gaji Diego yang belum dibayar. "Setidaknya klub dapat membayar tunggakan gaji kepada keluarganya, istri, dan tiga anaknya," ujarnya.FIFPro bantuFIFPro juga berkeinginan untuk membantu memulangkan jenazah Diego ke Paraguay jika nanti pihak klub tidak bersedia menanggung biaya kepulangan karena biayanya terlalu besar. Untuk saat ini, FIFPro menunggu semua dokumentasi tentang kematian Diego. "Setelah itu selesai, maka kami akan membawa masalah ini ke FIFA," ujar Winia.FIFPro juga menuntut klub-klub di Indonesia bisa mengurus pemain asingnya dengan baik. Persoalan gaji dan kontrak harus jelas. Jika persoalan ini tidak bisa diselesaikan, maka ini menjadi aib dalam persepakbolaan Indonesia.

Rekomendasi