Polisi gendut di Jaktim wajib ikut senam agar kurus

"Sebanyak 118 polisi gendut di Polres Jakarta Timur mengikuti program penurunan berat badan," kata Kompol Didik.

Laurel Benny Saron Silalahi
Polisi gendut di Jaktim wajib ikut senam agar kurus
ilustrasi. ©REUTERS

Sejak akhir November 2012 Polres Jakarta Timur menginstruksikan kepada jajaran khususnya polisi yang kelebihan berat badan untuk mengikuti program penurunan berat badan. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.Kasubag Humas Polres Jakarta Timur Komisaris Didik Hariyadi menjelaskan dari sekitar 2.100 aparat polisi yang bertugas di wilayah Jakarta Timur, yakni dari 10 polsek dan dari Mapolres Jakarta Timur, diketahui ada 118 polisi yang dinilai kelebihan berat badan."Sebanyak 118 polisi gendut dari jajaran Polres Jakarta Timur mengikuti program penurunan berat badan yang dimulai akhir November 2012. Berat badan mereka dianggap tidak proporsional dengan tinggi badannya, atau kelebihan berat badan," ujarnya saat ditemui wartawan, Minggu (2/12).Dikatakan Didik 118 polisi gendut di jajarannya itu, berpangkat mulai dari Bintara sampai Perwira, yakni dengan pangkat terendah Brigadir Polisi Dua (Bripda) dan pangkat tertinggi Komisaris Polisi (Kompol). Penilaian itu dilakukan oleh Tim Dokter dan Tim Jasmani dari Kepolisian Resort Jakarta Timur."Mereka memiliki berat badan dari 80 kg sampai 130 kg. Karenanya mereka wajib mengikuti program penurunan berat badan, sampai berat badannya dianggap ideal dan proporsional dengan tinggi badan," ungkapnya.Lebih Lanjut Didik mengatakan, program ini merupakan instruksi dari Kapolri dan Kapolda Metro Jaya yang dikeluarkan beberapa bulan lalu. Program penurunan berat badan ini sudah dimulai sejak Jumat (30/11) lalu, dimana ke 118 polisi gendut ini, mengikuti senam penurunan berat badan di halaman Museum Purna Bhakti Pertiwi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)."Tidak ada batas waktu sampai kapan mereka wajib mengikuti program ini. Tapi sampai berat badan mereka dianggap ideal dan dinilai tidak kelebihan berat badan oleh tim dokter kepolisian," kata Didik.Menurut Didik, dari 118 polisi yang kelebihan berat badan di jajarannya, lebih dari 90 persen adalah polisi pria, sementara polisi wanitanya sekitar 5 sampai 10 orang saja yang diwajibkan mengikuti senam tersebut, selama seminggu dua kali."Selain senam, mereka juga melakukan jogging dan beberapa olah fisik lain sesuai instruksi tim jasmani kami. Dilakukan setiap Jumat dan Selasa, sampai berat badan mereka ideal," jelasnyaDidik mengatakan, Program ini bertujuan agar para polisi lebih lincah dan efektif dalam operasi kerja mereka di lapangan dan lebih dapat diandalkan. "Agar pelayanan masyarakat juga semakin baik," tandasnya.

Rekomendasi