Ketua KPU ungkap pemilu Presiden AS Barack Obama

"Dalam hal money politic, kalau kita punya serangan fajar, mereka juga punya serangan magrib," kata Husni.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Ketua KPU ungkap pemilu Presiden AS Barack Obama
Barack Obama. buzzbox.com

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Malik melakukan kunjungan ke Amerika Serikat, dari tanggal 3-10 November 2012. Salah satu agendanya adalah mengikuti jalannya pemilihan presiden Amerika Serikat.Tidak sedikit pengalaman yang menarik saat dirinya ke negeri Paman Sam tersebut. Husni mengatakan, banyak perbedaan antara pemilihan umum di Amerika Serikat dengan pemilihan umum di Indonesia."Ternyata capres bukan 2 calon (Barack Obama dan Mitt Romney). Ada 2 calon lain, ada yang dari liberty party, ada yang independen. Pranata politiknya cukup rumit. Yang berpeluanglah yang diumumkan dan dipublikasikan hanya 2 calon," cerita Husni Kamil di Kantor KPU Jakarta, Senin (12/11).Husni melanjutkan, sebenarnya problem yang terjadi sebenarnya sama. Menurutnya, kelebihan proses penyelenggaraan pemilu di Amerika Serikat, dalam menyelesaikan problem-problem di tingkat lokal."Tidak semuanya dibawa ke tingkat federal (sekelas MK). Mereka tidak punya center. Mereka hanya punya data per negara bagian(kita lebih baik). DPT, mereka pakai SIM. Tidak ada KTP nasional. Kalau ada konflik, yang berdebat bukan kandidat, tapi tim advokasi masing-masing. Setiap kandidat siapkan tim advokat masing-masing pada election," lanjutnya.Selain itu juga, pemilu di Indonesia ada istilah money politik yang biasa disebut serangan fajar. Husni mengakui dan membenarkan bahwa di negara yang dipimpin oleh Barrack Obama ini juga ada money politik sebelum pemilu digelar."Kalau kita punya serangan fajar, mereka juga punya serangan magrib," ucap Husni disambut gelak tawa wartawan.

Rekomendasi