Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyatakan, tidak ada upaya sabotase terkait terbakarnya KRI Klewang. Kepastian itu diungkapkannya setelah Mabes TNI mengirimkan satu tim ke lokasi kejadian untuk menginvestigasi penyebab kebakaran alutsista terbaru buatan anak negeri."Tim sudah ke sana, tidak ada sabotase," ungkap Agus di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (1/10).Menurut dia, korsleting listrik itu terjadi karena adanya bagian-bagian listrik yang belum dirapikan oleh pekerja dari Lindu Industries. Ketika tengah di uji coba, aliran listrik yang terbengkalai itu selanjutnya membakar beberapa bagian hingga akhirnya habis dilalap api."Jadi, terjadi kebakaran sehingga peralatan-peralatan yang lain pun (pemadam) belum berfungsi betul dengan sempurna, itu yang menyebabkan penanggulangannya tidak bisa dilakukan sehingga kebakarannya bisa menghabiskan," tandasnya.Agus juga membantah, pembakaran itu terkait dengan rencana pengesahan RUU Industri Pertahanan kepada DPR, besok (2/10). "Tidak ada kaitannya sama sekali, itu waktu (KRI Klewang) dibangun RUU nya tengah dibahas," ucapnya singkat.Sebelumnya, Komisi I DPR mendesak TNI dan Mabes Polri melakukan investigasi terhadap terbakarnya KRI Klewang. Diduga peristiwa tersebut sabotase karena bertepatan dengan akan disahkannya Rancangan Undang-Undang Industri Pertahanan pada 2 Oktober 2012 mendatang."TNI, Mabes harus ikut investigasi apa ada hubungan sabotase atau tidak. Kejadian ini muncul ketika RUU Industri Pertahanan akan disahkan tanggal 2 Oktober," ujar Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/10).Wasekjen PKS ini pun mengatakan KRI Klewang merupakan satu pengembangan kapal perang yang tergolong canggih. Sehingga, ada dugaan hal tersebut merupakan upaya untuk menjatuhkan nama baik industri pertahanan nasional."Apakah ada upaya-upaya untuk menjatuhkan nama baik industri pertahanan nasional, ini menjadi dugaan yang berkembang," tambah dia.
Panglima TNI bantah KRI Klewang terbakar karena aksi sabotase
Menurut Panglima, korsleting listrik itu terjadi karena adanya bagian-bagian listrik yang belum dirapikan oleh pekerja.
Advertisement
Rekomendasi