Pedagang yakin Pasar Turi Lama di Surabaya sengaja dibakar

Keyakinan warga bahwa pasar sengaja dibakar membuat Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Maryanto kesal.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Pedagang yakin Pasar Turi Lama di Surabaya sengaja dibakar
Kebakaran. Merdeka.com/Imam Buhori

Ribuan stand di Pasar Turi Lama terbakar pada Minggu (16/9) lalu. Tim Pemulihan Pasca Kebakaran (TPPK) Pasar Turi Surabaya, Jawa Timur menilai peristiwa itu direkayasa. Sebab, ada kabar kalau gedung pasar tradisional tersebut akan direnovasi oleh pihak investor."Ada dugaan kuat, kalau Pasar Turi Lama memang sengaja dibakar. Saya memperoleh kabar, kalau Pasar Turi Lama atau Pasar Turi tahap tiga ini, akan direnovasi, lantaran ada investor yang ingin menginvestasikan dananya untuk pasar tersebut," terang Wakil Ketua TPPK, Khoping kepada wartawan di Surabaya, Rabu (19/9).Menurut Khoping, dugaan rekayasa kebakaran Pasar Turi Lama ini sudah tercium sejak jauh-jauh hari sebelum kebakaran itu terjadi. "Gembar-gembor akan dilakukan renovasi oleh pihak investor ini memang sudah lama, dan beberapa hari sebelum terbakar saya dan tim sudah menduga kalau peristiwa itu akan terjadi. Dan kebakaran ini adalah grand scenario dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," katanya. Khoping menambahkan, kalau pihaknya akan terus berjuang melindungi nasib para pedagang. Mereka mendesak Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya untuk segera merelokasi pedagang agar segera beraktivitas.Di tempat terpisah, seorang pedagang Pasar Turi Lama, Guntoro Anwar, juga yakin kebakaran yang melumat stand-stand di Pasar Turi Lama adalah unsur kesengajaan. "Pasar Turi Lama bukan terbakar, tapi memang sengaja dibakar," ketus dia kesal.Keyakinan dan ngototnya para pedagang Pasar Turi Lama membuat gerah Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Maryanto. Untuk mendengar alasan protes pedagang, pihaknya akan memanggil mereka."Kita akan panggil pedagang-pedagang yang ekstrim itu untuk diintrogasi. Kira-kira saat diintrogasi, ekstrimnya seperti apa? Apapun hasil introgasinya nanti, akan kita jadikan catatan tersendiri," katanya jengkel.Tri menganggap, para pedagang yang tidak mempercayai penyelidikan polisi, adalah tindakan ekstrim yang harus diluruskan. "Kita akan menanyakan dia (para pedagang) ada di mana saat kejadian. Dan ada di mananya ini, yang kita akan tanyaka kembali, dia dengan siapa? Kita telusuri sampai pada tetangga-tetangganya, apa benar bersama mereka saat terjadi kebakaran?" tambah Tri dengan nada terus meninggi.Bagi mereka-mereka yang nantinya akan dicurigai, masih menurut dia, polisi akan mempertajam kembali penyelidikannya dengan memantau aktivitas kesehariannya. "Jika alibi itu meleset dari jawaban-jawaban pedagang, maka pedagang itulah yang patut dicurigai, sebagai provokator, atau dia sendiri yang dicurigai sebagai tokoh di balik kebakaran ini," tegas dia.

Rekomendasi