Dinding arena menembak PON bolong karena ditembak bertubi-tubi

Dinding yang bolong akan dilakukan perbaikan dan dilapisi baja.

Muhammad Hasits
Oleh Muhammad Hasits - Reporter
Dinding arena menembak PON bolong karena ditembak bertubi-tubi
ilustrasi

Dinding arena menembak Pekan Olahraga Nasional XVIII di Riau untuk nomor 25 meter yang rusak akibat terjangan peluru segera diperbaiki. Panitia akan melapisi dinding dengan pelat baja.Wakil Ketua Pelaksana Cabang Olahraga Menembak PON Sudarman mengatakan, sebenarnya hari ini adalah hari terakhir menguji lapangan menembak yang baru saja selesai dibangun. "Pada beberapa hari terakhir memang terjadi peristiwa dinding tembus oleh peluru. Kali ini bahkan lebih besar lubangnya dan ini sudah diperbaiki," kata Sudarman seperti dilansir dari antara, Rabu (12/9).Dia menjelaskan, tembusnya dinding pada arena menembak untuk nomor 25 meter itu disebabkan hantaman peluru secara bertubi-tubi. "Tapi saat ini kami telah melakukan perbaikan sehingga pada pertandingan besok semuanya sudah selesai," ujar dia.Nantinya, tidak hanya dinsing jebol yang dilapisi pelat baja 12 milimeter, namun semua dinding pada tiap arena pertandingan. Pihaknya juga mengakui musibah itu sebenarnya terjadi akibat kelalaian petugas di arena menembak."Setiap pertandingan panitia seharusnya selalu melakukan pengecekan terhadap karung pasir yang melapisi dinding arena menembak sehingga dinding tidak jebol oleh peluru," katanya.Sudarman mengakui, pelat baja baru dipasang setelah ada insiden jebolnya dinding arena nomor 25 meter. "Kenapa pelat baja baru dilakukan sekarang adalah karena ada insiden ini. Kami langsung mengkonfirmasikan hal ini ke pihak kontraktor yang diminta untuk segera melapisi dinding dengan pelat baja. Seluruhnya," kata dia.Pada satu titik tembok arena menembak pada nomor 25 meter di target nomor 5 terlihat lubang menganga dengan diameter sekitar lima centimeter dan pecahan dinding berdiameter sekitar 15 sampai 20 centimeter.Akibat kerusakan itu, sejumlah atlet berbagai kontingen yang sempat latihan menghentikan aktivitasnya hingga ada perbaikan oleh pihak panitia.

Rekomendasi