Lama tak terdengar kemunculannya, kini serangga Tomcat kembali menebar teror. Tomcat muncul dan menyerang puluhan pengungsi korban tragedi Sampang, Madura, Jawa Timur. Akibat serangan kumbang beracun itu, sekitar 25 pengungsi melepuh kulitnya. Hal ini disampaikan Kordinator KontraS Jawa-Surabaya Andy Irfan, Senin (3/9) dalam keterangan persnya."Minimnya fasilitas kesehatan dan kondisi lokasi yang kumuh, membuat sejumlah pengungsi Syiah di Gor Sampang terserang penyakit," kata dia."Ada sekitar 25 pengungsi, terdiri dari 20 orang dewasa dan lima anak-anak terkena serangga Tomcat. Kulitnya melepuh seperti terkena herpes," lanjutnya.Menurut Andy, lokasi pengungsian korban Sampang itu, memang tidak layak. Terlebih lagi, di samping GOR Sampang terdapat area persawahan yang banyak dihuni serangga Tomcat. "Pengungsi yang tidak tahu itu (serangan Tomcat), menepuk serangga beracun tersebut sehingga kulit mereka terkena cairan."Selain diserang Tomcat, lima orang tua terserang penyakit hipertensi (darah tinggi), 16 anak terserang ispa (infeksi saluran pernafasan), tiga anak terserang mag, 10 anak terserang anemia dan masih ada tiga anak belum terdeteksi penyakitnya."Sementara jumlah tenaga medis di lokasi pengungsian juga masih kurang. Saat ini terdapat dua tenaga medis dari relawan dan empat dari Dinas Kesehatan," kata dia menyayangkan.Bantuan paling mendesak yang saat ini dibutuhkan pengungsi, masih menurut dia, adalah obat-obatan dan tenaga medis. "Mengingat, jumlah pengungsi yang sakit semakin bertambah. Tak hanya itu, bantuan air bersih juga sangat diperlukan untuk membantu ketersediaan air bersih," pungkas dia.
Puluhan pengungsi Sampang diserang Tomcat
Hal ini dikarenakan lokasi pengungsian samping GOR Sampang terdapat area persawahan yang banyak dihuni serangga Tomcat
Advertisement
Rekomendasi