Sastrawan Seno Gumira Ajidarma menyatakan penolakan atas Penghargaan Achmad Bakrie 2012. Apa alasan doktor sastra Universitas Indonesia ini menolak penghargaan tersebut?Ketika dikonfirmasi merdeka.com via telepon, Jumat (3/8), Seno membenarkan kabar jika dia menolak penghargaan tersebut. Awalnya, dia mendapat pemberitahuan melalui SMS dari salah seorang panitia acara bahwa dirinya akan mendapat penghargaan Achmad Bakrie di bidang Kesusastraan."Pemberitahuan itu disusul dengan surat resmi yang ditandatangani Rizal Mallarangeng," jelasnya. Dalam surat itu juga dijelaskan mengapa Seno dipilih oleh panitia untuk mendapat penghargaan.Seno menjelaskan dia kemudian memberitahu panitia jika dirinya menolak penghargaan tersebut. "Alasannya terlalu teknis," ujar Seno. "Ada deh. Ada tapi saya tidak mau ungkap," kelitnya ketika ditanya alasan teknis tersebut.Seno enggan menjelaskan lebih jauh lagi mengenai alasan penolakan tersebut. Yang pasti dia belum mendengar ada penolakan dari pihak lain yang mendapat Bakrie Award di bidang lain. "Saya tidak tahu siapa saja yang mendapat penghargaan ini," pungkasnya.Penolakan Seno mengikuti jejak beberapa pemikir dan sastrawan yang menolak atau mengembalikan penghargaan Bakrie Award dengan alasan berbeda-beda. Romo Franz Magnis Suseno, Daoed Joesoef, Sitor Situmorang, dan Goenawan Mohamad tercatat masuk dalam daftar penolak anugerah ini. Khusus Goenawan, dia menerima pada 2004 dan baru dikembalikan pada 2011. Penghargaan Ahmad Bakrie, kerap disingkat PAB, adalah kegiatan tahunan Freedom Institute bersama Grup Bakrie sejak 2003 yang memberi anugerah terhadap pemikir berjasa bagi Indonesia. Biasanya ada enam nominasi untuk cendekiawan berprestasi meliputi bidang sains, teknologi, kedokteran, sosial, hingga kesusastraan. Untuk tahun ini, PAB akan digelar tanggal 12 Agustus di Djakarta Theater.Seno Gumira Ajidarma lahir di Boston, Amerika Serikat, 19 Juni 1958 adalah penulis dari generasi baru di sastra Indonesia. Beberapa buku karyanya adalah Atas Nama Malam, Wisanggeni—Sang Buronan, Sepotong Senja untuk Pacarku, Biola tak berdawai, Kitab Omong Kosong, Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, dan Negeri Senja.Dia juga terkenal karena dia menulis tentang situasi di Timor Timur tempo dulu. Tulisannya tentang Timor-Timur dituangkan dalam trilogi buku Saksi Mata (kumpulan cerpen), Jazz, Parfum, dan Insiden (roman), dan Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara (kumpulan esai).
Komentar Seno Gumira soal penolakan Bakrie Award
Apa alasan doktor sastra Universitas Indonesia ini menolak penghargaan tersebut?
Advertisement
Rekomendasi