Walikota Surabaya, Tri Rismaharani meminta dipertemukan dengan seluruh Bonek Mania di Surabaya. Hal ini adalah buntut dari tewasnya seorang Bonek setelah laga Persebaya vs Persija Jakarta di Stadion Gelora 10 November, kemarin."Sudah terlalu banyak korban, masak mau ditambah lagi. Sudah cukup. Sekarang inginnya minta berapa lagi orang yang mati gara-gara nonton sepakbola?" kata Risma dengan nada tinggi saat melawat korban tewas di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Minggu (3/6) malam.Sekedar diketahui, saat Irjen Pol Untung S Rajab masih menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur, Untung pernah mengumpulkan seluruh suporter sepakbola yang ada di Jawa Timur untuk duduk bersama di Gedung Mahameru Polda Jawa Timur.Saat itu, turut hadir Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Walikota Surabaya, Tri Rismaharani. Tujuannya untuk meminimalisir kasus tawuran antar suporter.Selanjutnya, setelah tampuk pimpinan digantikan Irjen Pol Hadiatmoko, kasus bentrok antar suporter terus terulang kali terjadi. Terakhir bentrok Bonek Vs polisi di Gelora 10 November, Minggu sore kemarin.Seperti diberitakan sebelumnya, pascalaga Persebaya kontra Persija Jakarta, bentrok antara Bonek Mania dan polisi tidak terhindari. Satu orang suporter tewas dan belasan lainnya terkena gas air mata. Korban tewas bernama Purwo Adi Utomo, warga Babadan Rukun 6, Surabaya. Dia menghembuskan nafas terakhirnya karena terinjak-injak penonton yang panik oleh tembakan gas air mata aparat kepolisian.Koordinator Bonek Mania, Siti Nasyiah, bahkan ikut dirawat dan mendapat dua jahitan di bagian kepalanya karena terkena lemparan batu dari suporter.
Walikota minta dipertemukan dengan Bonek se-Surabaya
"Sudah terlalu banyak korban, masak mau ditambah lagi. Sudah cukup," kata Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.
Rekomendasi