Siapa tidak kenal Hans Christian Andersen. Dia maestro dongeng anak asal Denmark. Karya-karyanya monumental. Sebut saja Putri Duyung atau Putri Salju. Dongeng-dongengnya membuat anak-anak di seluruh dunia kecanduan. Dia merasuki alam imajinasi ratusan juta anak-anak sedunia.Namun, tidak banyak yang tahu bahwa imajinasi Hans Christian Andersen pun pernah diisi oleh sebuah bangunan yang identik dengan Raden Saleh. Bangunan itu adalah Masjid Biru. Itu masjid kecil yang dibangun oleh bangsawan dan tuan tanah Friedrich Anton Serre pada 1848 di Maxen, sejam dari kota Dresden, khusus untuk mengenang Raden Saleh.Pada masa itu, kastil milik Anton Serre adalah tempat berkumpul seniman-seniman hebat dunia. Ada komposer legendaris Robert dan Clara Schumann, ada penyair Ludwig Tieck. Tentu saja termasuk Hans Christian Andersen dan Raden Saleh.Belum ada literatur yang menggambarkan perjumpaan atau perbincangan antara HC Andersen dan Raden Saleh. Yang pasti, memori Hans Christian Andersen tentang Masjid Biru terekam jelas dalam catatan hariannya.Masjid itu dibangun pada 1848, sementara Raden Saleh meninggalkan Maxen pada 1845. Besar kemungkinan, masa-masa HC Andersen di Maxen, sudah tidak ada lagi Raden Saleh.Di Serre, HC Andersen menanam pohon yang diberi nama pohon Andersen. Selama di Maxen, dia kerap mengamati pertumbuhan pohon itu. Dia juga menggambar sketsa pohon itu. Pada 12 Agustus 1851, dia menulis di buku hariannya."Saya keluar dan menggambar sketsa pohon saya dengan masjid dan batang pohon oak yang mati." Di sebelah kiri sketsa tampak ada masjid di taman Serre, di kanan ada batang oak yang mati karena petir.Belum jelas apakah HC Andersen tahu, masjid itu dibangun sebagai penghormatan untuk Raden Saleh. Yang pasti, setali tiga uang dengan HC Andersen, Raden Saleh dipuja oleh jutaan manusia di dunia, karena keindahan karyanya.
Masjid Raden Saleh dalam memori maestro dongeng HC Andersen
Imajinasi maestro dongeng anak asal Denmark Hans Christian Andersen pernah bersentuhan dengan Raden Saleh.
Advertisement
Rekomendasi