Keluarga korban Sukhoi minta black box dibuka ke publik

Hal itu perlu dilakukan agar penyebab kecelakaan nahas itu dapat diketahui semua pihak.

Laurel Benny Saron Silalahi
Keluarga korban Sukhoi minta black box dibuka ke publik
Black Box Sukhoi SJ-100. merdeka.com/dwi narwoko

Anna Kamagi, istri Stephen Kamagi yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, meminta isi rekaman black box pesawat dibuka ke publik. Hal itu perlu dilakukan agar penyebab kecelakaan nahas itu dapat diketahui semua pihak."Black box harus diungkap agar publik tahu semua penyebabnya," kata Anna di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta, Senin (21/5).Menurutnya, permintaan tersebut tak hanya berasal dari dirinya pribadi. Pihak keluarga sang suami juga meminta hal serupa."Keluarga juga mendukung isi rekaman dari black box diungkapkan kepada publik," kata dia.Seperti diketahui, Stephen Kamagi merupakan salah satu korban dalam pesawat nahas itu. Stephen merupakan perwakilan dari PT Indo Asia, perusahaan penerbangan yang diundang PT Trimarga untuk joy flight Sukhoi Superjet 100 pada Rabu (9/5) lalu.Saat ini tim DVI Mabes Polri telah berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah. Jenazah para korban akan diserahkan kepada pihak keluarga, Rabu (23/5) besok di Bandara Halim Perdana Kusuma. Pihak keluarga akan memakamkan Stephen di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Rekomendasi