Jangan percaya iklan makanan bergizi

Iklan makanan yang berlebihan tidak diperkenankan karena menjerumuskan masyarakat. Padahal tidak semua informasi benar.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Jangan percaya iklan makanan bergizi
Makanan kaya probiotik. ©2012 Merdeka.com

Klaim yang sering terjadi di dalam iklan, baik di TV, web, media cetak sebenarnya membuat konsumen dirugikan. Iklan makanan yang berlebihan tidak diperkenankan karena menjerumuskan masyarakat."Klaim pada produk makanan tidak boleh. Tapi kadang kreatifitas iklan itu buat orang pikir lain-lain" ujar Tetty Helfery Sihombing selaku Direktur standarisasi produk pangan Badan POM dalam diskusi bertajuk memahami 'label makanan kemasan : upaya menerapkan gizi seimbang' , minggu (22/4).Tak hanya itu, utusan badan POM ini menambahkan adanya beberapa iklan yang menyebutkan 'permen menggantikan susu' atau 'susu ini pengganti kalsium' dianggap memanfaatkan konsumen. Mereka mengklaim adanya semua zat gizi essensial di dalam produknya sehingga menyebabkan konsumsi berlebihan masyarakat terhadap produk tersebut.Padahal unsur-unsur penting yang disebutkan dalam iklan, seperti kalsium dan DHA bukan hanya ada dalam produk tersebut tapi bisa ditemukan di ikan, sayur dan lain-lainMeski badan POM mengakui belum bisa campur tangan secara langsung, namun pihaknya sudah mengawasi dan meminta iklan-iklan tersebut dicabut."Memang belum ada peraturanya. Mungkin kita akan melakukan itu (mengatur) tapi kita juga melakukan pengawasan. Ada beberapa iklan yg minta ditarik. Beberapa iklan sudah dicabut dan dilaksanakan" imbuhnya lagi.Badan Pom juga mengakui beberapa iklan masih sulit dicabut karena tersangkut masalah kontrak. Dalam hal ini badan POM memberikan keleluasaan untuk memperbaiki iklan tersebut"Kadang sudah kontrak kita beri waktu. Yang seperti ini sudah dicatat untuk ada perbaikan" tutupnya.

Rekomendasi