Dari perkebunan kelapa sawit di Cigudeg, Bogor, pernyataan mengejutkan itu dilontarkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Saat sikap anak buahnya di DPR belum jelas, Ical, sapaan akrabnya, justru dengan tegas menyatakan kenaikan harga BBM tidak diperlukan."Partai Golkar katakan tak perlu ada kenaikan harga BBM," kata Aburizal usai dialog dengan masyarakat di perkebunan kelapa sawit PTP VIII Desa Cikasungka, Cigudeg, Bogor, kemarin.Belum jelas apa yang menyebabkan Ical tiba-tiba mengeluarkan pernyataan seperti itu sehari jelang rapat paripurna DPR pengesahan kenaikan harga BBM. Padahal, kepada pers sebelumnya, Ical selalu menyerahkan rencana kenaikan harga BBM kepada pemerintah.Bahkan Ical pernah menyatakan secara tidak langsung mendukung kenaikan harga BBM. Kepada wartawan di rumah dinas Wali Kota Sukabumi, Kamis (1/3), pengusaha besar itu pernah mengatakan, "Dengan keadaan saat ini sulit untuk mengatakan tidak (naik-red)."Di tengah perubahan sikap Ical yang masih menjadi misteri, sikap keras ditunjukkan oleh Partai Demokrat, rekan koalisi Golkar. Beberapa jam setelah pernyataan Ical itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, langsung menonaktifkan Mohammad Jafar Hafsah, ketua fraksi partai penguasa itu di DPR."Untuk sementara tugas-tugas ketua fraksi saya ambil langsung. Saya dan sekjen bertanggung jawab langsung dalam proses ini," ujar Anas dalam jumpa pers di Gedung DPR semalam.Penonaktifan Jafar ini sepertinya lantaran mantan dirjen di Kementerian Pertanian itu mengungkapkan kepada publik soal pembicaraan Ical dan SBY terkait kenaikan BBM di Cikeas beberapa waktu lalu. Menurut Jafar, Ical saat itu tidak hanya mengusulkan kenaikan harga BBM."Dia (Ical) malah mengusulkan kenaikan BBM bisa Rp 1.500 atau lebih, malah bisa Rp 2.000," kata Jafar kemarin.Dugaan pernyataan itu yang membuat Ical berang juga diperkuat dengan ralat yang dilakukan langsung oleh Anas, ditemani Sekjen Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). "Saya ketua umum dan sekjen katakan itu (pernyataan Jafar-red) tidak benar," tegas Anas.Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, mengakui partainya memang terganggu dengan celetukan 'Rp 2 ribu' yang dilontarkan Jafar. Namun soal kebenaran pernyataan Jafar dan apakah hal itu yang membuat Ical berubah sikap, Priyo tidak mau berkomentar."Wah, soal itu saya no comment," kata dia lewat sambungan telepon kepada merdeka.com.Meski merasa terganggu, kata Priyo, pihaknya merasa sanksi penonaktifan Jafar sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat terlalu keras. Jafar selama ini memang mempunyai hubungan baik dengan Partai Beringin itu."Tapi kita tentu tidak mau mencampuri masalah internal partai lain," kata Priyo.Ditanya apakah sikap berani Demokrat menonaktifkan Jafar bisa meluluhkan Golkar untuk bisa sejalan dalam keputusan menaikkan harga BBM, Priyo juga tidak bisa memastikan. "Ya, lihat saja nanti," singkatnya.
Ical berang karena celetukan 'Rp 2.000'?
Beberapa jam usai pernyataan Ical, Ketum Demokrat Anas Urbaningrum langsung menonaktifkan anak buahnya, Jafar Hafsah.
Rekomendasi