Mahasiswa sweeping politikus Demokrat DPRD Jatim

Mahasiswa semakin marah ketika anggota dewan dari Demokrat, Subroto Chalim menghardik dan melarang mereka berorasi.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Mahasiswa sweeping politikus Demokrat DPRD Jatim
demo tolak kenaikan bbm di jatim. merdeka.com/mohc.ardiansyah

Aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Jawa Timur semakin tak terkendali. Mahasiswa terlibat saling serang dengan aparat kepolisian. Mereka juga mencari anggota dewan dari Fraksi Demokrat yang berada di Gedung DPRD Jawa Timur.

 

Pantauan merdeka.com, Kamis (28/3), awalnya aksi menolak kenaikan harga BBM itu, para pengunjuk rasa terlibat saling dorong, selanjutnya, aksi makin tak terkendali ketika salah seorang anggota dewan dari Fraksi Demokrat, Subroto Chalim menghardik dan melarang pengunjuk rasa berorasi.Padahal, sejumlah anggota dewan dari PAN, PKS, Golkar, PKB, Gerindra menemui pengunjuk rasa. Dia menolak saat diminta menyampaikan pendapatnya atau berorasi di depan pendemo terkait rencana kenaikan harga BBM.Mahasiswa naik pitam mendengar kalimat Subroto. Tak urung aksi aksi lempar batu tak bisa dihindari. Mereka juga melakukan sweeping di dalam gedung. Mereka mencari semua anggota dewan dari Fraksi Demokrat yang berada di Gedung DPRD Jawa Timur.Petugas kemudian menghalau pendemo dengan memuntahkan gas air mata dan semprotan dari water cannon. Sebagian massa terlihat berlindung di Masjid Kemayoran yang ada di depan Gedung DPRD Jawa Timur.Akibat semprotan mobil water cannon dan tembakan gas air mata yang dimuntahkan berkali-kali, beberapa orang demonstran mengalami luka-luka dan langsung dibawa ke rumah sakit.Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Hadiatmoko yang turun langsung ke lapangan menganggap aksi anggotanya tersebut sesuai prosedur pengamanan.

 

"Yang kami lakukan tidak melanggar prosedur, karena kami telah menyediakan podium untuk mediasi," terang dia. Namun, lanjut dia, mahasiswa tetap ingin menerobos masuk ke dalam gedung.Bahkan, usai insiden tersebut memerintahkan untuk membawa para pengunjuk rasa yang terluka ke rumah sakit. "Mana yang terluka, bawa sini, saya akan membawanya ke rumah sakit," kata Hadiatmoko memerintahkan anak buahnya dan mahasiswa.Para demonstran yang terluka di antaranya, Miftahul Ulum, Abdul Hamid, Hasan serta beberapa aktivis lainnya yang sudah diamankan oleh kawan-kawan mereka.

Rekomendasi