TNI AU mengaku tidak tahu menahu soal tudingan mark up pembelian 6 Sukhoi SU-30 MK 2. Mereka mengaku pembelian Sukhoi sudah sesuai prosedur."TNI AU hanya mengajukan untuk ditenderkan di Kemhan melalui Mabes TNI. Jadi yang tahu persisnya Kemhan. Pengajuan sudah sesuai prosedur," ujar Kadispen TNI AU, Marsekal Pertama Azman Yunus di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (8/3).Azman menambahkan pihaknya tidak melakukan mark up Sukhoi. "Kita hanya sebagai pemakai penggunaanya. kalau sudah pembelanjaannya di Kemhan. Untuk pembelian alutsista dibentuk tim panja dari pemerintah dan DPR, mereka yang mengadakan pembahasan itu," tambahnya.Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Imparsial menuding ada kejanggalan dalam pembelian 6 pesawat Sukhoi SU-30 MK 2. Mereka menilai masih ada broker dalam pembelian alutsista TNI. Mereka juga menuduh ada mark up pembelian 6 pesawat Sukhoi ini. Hal senada juga disampaikan oleh wakil Ketua TB Hasanuddin.
TNI AU: Pembelian 6 Sukhoi sudah sesuai prosedur
TNI AU mengaku tidak tahu menahu soal tudingan mark up pembelian 6 Sukhoi SU-30 MK 2.
Rekomendasi