Orangtua murid keluhkan lapangan sekolah dimasuki mobil

Para guru dan pegawai sekolah juga memarkirkan mobilnya di lapangan sekolah.

James Yang
Oleh James Yang - Reporter
Orangtua murid keluhkan lapangan sekolah dimasuki mobil
ilustrasi

Belasan murid TK Perguruan Buddhis Bodhicitta ditabrak saat melakukan senam pagi di lapangan sekolah. Mobil para guru, maupun mobil penjemput murid, diketahui sering memasuki lapangan sekolah itu.Tidak hanya itu, para guru dan pegawai sekolah juga memarkirkan mobilnya di lapangan. Keadaan ini pernah dikeluhkan oleh Ricardo Siahaan, orangtua murid. "Pihak sekolah sudah diingatkan, namun tidak digubris," kata Ricardo dengan nada tinggi di lokasi kejadian, Jumat (2/3)Ricardo terpaksa datang ke sekolah karena mendapat kabar bahwa ada kecelakaan di sekolah tempat anaknya belajar. Beruntung, anak Ricardo yang duduk di kelas 1 tidak menjadi korban dalam insiden itu."Siapa pun korbannya, pihak sekolah harus tanggung jawab," cetusnya.Pantauan merdeka.com, lapangan di tengah sekolah itu memang cukup luas, sekitar 250 meter persegi. Lapangan itu kerap digunakan untuk bermain basket dan senam para siswa. Namun, tidak ada larangan mobil masuk ke dalam lapangan."Anak saya juga sempat hampir ditabrak saat olahraga," kata dia.Atas kejadian itu, kata Ricardo, ia selalu memberitahu istrinya agar mengawasi anaknya setiap praktik olah raga di lapangan tersebut.Seperti diberitakan, sekitar pukul 10.00 WIB tadi, mobil yang dikendarai Marini itu menabrak 15 murid TK yang sedang senam di lapangan sekolah. Para murid yang terluka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Columbia Asia, Medan.Di mobil Toyota Avanza perak bernomor polisi BK 1272 VQ itu terdapat bercak darah. Mobil masih terparkir di halaman sekolah, Jl Selam I Mandala, Medan. "Anak-anak lagi senam, mobil itu mundur terus maju nabrak pada murid," kata saksi yang enggan disebut namanya di lokasi kejadian.

Rekomendasi