Ratusan Tenaga Kesehatan Klaten Tangani Covid-19 Bakal Terima Insentif
Merdeka.com - Ratusan tenaga kesehatan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang menangani pasien Covid-19 akan menerima dana insentif dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dari total 960 tenaga kesehatan puskesmas dan rumah sakit tersebut dibutuhkan anggaran Rp4 miliar.
"Kami telah mengajukan proses pencairan insentif pada pertengahan bulan Juni. Dana Insentif yang diajukan tersebut selama tiga bulan, yakni Maret, April, dan Mei," ujar Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinkes Klaten, Nurcholis Arif Budiman, Rabu (1/7).
Menurut Nurcholis, 520 tenaga kesehatan dari puskesmas yang diusulkan menerima insentif tersebut, 216 orang pada bulan Maret, 208 orang bulan April, dan 96 orang pada bulan Mei. Nilai total insentif yang diusulkan untuk tenaga kesehatan di puskesmas sekitar Rp 2,6 miliar.
"Untuk tenaga kesehatan di puskesmas itu ada dokter, bidan hingga tenaga epidemiologi yang melakukan pelacakan maupun rapid test," terangnya.
Sementara untuk tenaga kesehatan dari rumah sakit, tersebar di dua rumah sakit dengan total 406 orang. Yakni Rumah Sakit Daerah (RSD) Bagas Waras Klaten dan RSU Islam Klaten. Untuk bulan Maret, lanjut dia, ada 38 orang nakes di RSUD Bagas Waras dan 63 orang di RSU Islam Klaten.
Kemudian untuk bulan April, menurutnya, ada 73 tenaga kesehatan dari RSD Bagas Waras dan 88 tenaga kesehatan dari RSU Islam Klaten yang akan diusulkan untuk mendapatkan insentif.
"Untuk bulan Mei ada 75 tenaga kesehatan dari RSD Bagas Waras Klaten dan 69 tenaga kesehatan dari RSU Islam Klaten. Total insentif yang diusulkan nakes rumah sakit Rp1,4 miliar. Untuk nilai pastinya menunggu proses verifikasi dari pusat," kata dia.
Ia menambahkan, angka yang diusulkan bisa saja berubah. Tergantung hasil verifikasi dari pusat. Sedangkan untuk tenaga kesehatan di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten tidak diusulkan karena pengelolaannya di bawah pemerintah pusat.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya