Ratusan Anggota KPPS Meninggal, Ombudsman Sesalkan Lambatnya Reaksi KPU

Kamis, 23 Mei 2019 21:43 Reporter : Merdeka
Ratusan Anggota KPPS Meninggal, Ombudsman Sesalkan Lambatnya Reaksi KPU Rekapitulasi suara Pilkada DKI 2017. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) mempertanyakan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun KPU Daerah (KPUD) terkait meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala mempertanyakan, apakah KPU maupun KPUD langsung bergerak cepat saat mengetahui ada petugas KPPS yang meninggal.

"Ketika setelah dua atau tiga hari pemungutan suara, usai ada pemberitaan petugas Pemilu meninggal, apakah ada reaksi cepat dari KPU atau KPUD? Jika ada, apa? Jika tidak mengapa?" katanya di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (23/5).

Dia menilai, tak ada reaksi cepat dari KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar korban meninggal lantaran Pemilu tak bertambah banyak.

"Diduga kurang, atau tidak ada reaksi cepat atau optimal dari KPU, Bawaslu, ataupun Kemenkes untuk mencegah jangan sampai lebih banyak jatuh korban," ujarnya.

Adrianus mengaku heran, mengapa KPU atau KPUD tak lebih dahulu turun untuk mempertanyakan riwayat penyakit mereka yang bertugas sebagai KPPS.

"Data Kemenkes sejauh ini memperlihatkan bahwa petugas Pemilu yang meninggal karena kelelahan tersebut memiliki riwayat sakit yang memungkinkan kematian tiba-tiba, yakni penyakit jantung, gula, dan tekanan tinggi," jelasnya.

Maka dari itu, dia meminta agar penyelenggaraan Pemilu selanjutnya, KPU atau KPUD terlebih dahulu mendata para petugas KPPS tentang riwayat penyakit. Menurut dia, jangan demi percepatan jalannya Pemilu mengorbankan orang lain.

"KPU atau Bawaslu harus memiliki unit atau bagian yang menangani kesehatan para petugas Pemilu," tutupnya.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com [fik]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini