Hot Issue

Ramai-ramai Mendesak Penundaan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020

Sabtu, 19 September 2020 09:49 Reporter : Dedi Rahmadi
Ramai-ramai Mendesak Penundaan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 KPU. ©2017 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Desakan untuk menunda pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 semakin menguat setelah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dinyatakan terpapar virus Corona atau Covid-19. Dan semakin meningkatnya angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati menilai pelaksanaan Pilkada 2020 sudah memunculkan tanda bahaya. Menyusul terdapat 60 orang bakal pasangan calon yang terinfeksi Covid-19. Ditambah Komisoner KPU Evi Novida Ginting juga terkena Covid-19.

"Maka KPU, Pemerintah, dan DPR untuk segera mempertimbangkan pilihan menunda tahapan pelaksanaan pilkada. Mengingat penyebaran Covid-19 semakin meluas, dan dapat mengancam siapa saja," katanya pada keterangannya, Jumat (18/9).

Menurutnya, pemerintah harus mempertimbangkan keselamatan nyawa masyarakat. Oleh sebab itu, menunda pelaksanaan pilkada, sampai adanya indikator yang terukur dan akurat, di mana penularan Covid-19 dapat dikendalikan.

"Penundaan pelaksanaan pilkada di sebagian daerah, atau bahkan di seluruh daerah pemilihan, sangat dimungkinkan secara hukum. Oleh sebab itu, yang dinanti saat ini adalah pilihan kebijakan mana yang akan diambil oleh KPU, Pemerintah, dan DPR," tuturnya.

Khoirunnisa pun memberikan dua pilihan, pertama melanjutkan Pilkada 2020 dengan resiko besar penyebaran Covid-19, atau menunda sampai adanya pengendalian Covid-19 sampai ada data yang terukur.

"Menunda tahapan pilkada bukan berarti kita gagal berdemokrasi, melainkan menunjukkan sikap cepat tanggap membaca situasi dan mengedepankan kesehatan publik," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Ledakan Kasus Covid-19...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini